Seabad Mengalir: Bendung Walahar dan Peran Strategis Jasa Tirta II dalam Pengelolaan Air

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 12:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Seratus tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah infrastruktur untuk tetap berdiri kokoh dan berfungsi optimal. Namun Bendung Walahar, yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membuktikan bahwa warisan masa kolonial dapat terus memberi manfaat besar bagi masyarakat hingga hari ini.

Dibangun pada 1920 dan diresmikan pada 1925, bendung yang melintang sekitar 50 meter di Sungai Citarum ini awalnya dirancang untuk menaikkan muka air hingga delapan meter agar aliran dapat menjangkau wilayah Karawang bagian utara. Dari sana, air dialirkan ke arah barat dan timur melalui Saluran Induk Tarum Utara yang hingga kini menjadi nadi kehidupan masyarakat Karawang.

Dengan arsitektur kuno yang khas dan peralatan yang sebagian besar masih orisinal sejak masa pembangunannya, Bendung Walahar menjadi bukti ketangguhan teknologi masa lampau yang dirawat dengan dedikasi tinggi oleh para profesional Perum Jasa Tirta II (PJT II). Mesin penggeraknya yang berusia satu abad tetap bekerja mulus—sebuah bukti pentingnya pemeliharaan konsisten dan berstandar tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bendung Walahar bukan sekadar bangunan tua, melainkan penjaga aliran kehidupan,” ungkap para operator yang setiap hari memastikan bendung ini berfungsi tanpa henti.

Bendung Walahar mengairi kurang lebih 174.270 hektare lahan pertanian setiap tahun di Karawang—daerah yang dikenal sebagai lumbung padi nasional sekaligus terbesar kedua di Jawa Barat. Pada 2024 saja, nilai panen yang bergantung pada suplai air dari bendung ini mencapai sekitar Rp76 triliun.

Aliran air dari Walahar bukan hanya memastikan hamparan sawah tetap hijau dan produktif, tetapi juga menopang kesejahteraan petani yang menggantungkan hidup pada hasil panen. Kini, fungsinya bahkan meluas hingga memasok air baku bagi PDAM untuk kebutuhan masyarakat Karawang.

Meski telah berusia hampir seabad, Walahar terus menunjukkan relevansinya di tengah meningkatnya kebutuhan irigasi dan air baku. Keandalannya didukung oleh komitmen PJT II dalam merawat operasional dan menjaga komunikasi dengan kelompok tani, sehingga distribusi air tetap efektif dan tepat sasaran.

Seabad bertahan berarti Bendung Walahar telah melewati perubahan teknologi pengelolaan air, pola kebutuhan masyarakat, hingga dinamika iklim. Di tengah tantangan tersebut, Walahar tetap menjadi tulang punggung Sistem Irigasi Tarum Utara.

Baca Juga:  Bupati Karawang Raih Penghargaan Nasional Tokoh Pelindung Petani & Lahan Pangan Berkeadilan 2025

Untuk memperkuat keberlanjutan pengelolaan, PJT II kini menerapkan teknologi digital Smart Water Operation Management (SWOM). Sistem ini memungkinkan pemantauan data hidrologi dan operasional bendung secara real-time, sehingga pengaturan debit dapat dilakukan lebih akurat dan keputusan operasional dapat diambil lebih cepat dan efisien.

Melalui SWOM, distribusi air irigasi dan air baku dapat dikelola lebih presisi—mengurangi risiko kekurangan air saat kemarau maupun potensi kelebihan air saat musim hujan. Teknologi ini juga mendukung efisiensi energi dan pemeliharaan infrastruktur melalui deteksi dini terhadap gangguan operasional.

Inovasi digital tersebut membuktikan bahwa teknologi modern dapat bersinergi dengan bangunan bersejarah untuk mendukung ketahanan air dan pangan di Karawang dan sekitarnya

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menyampaikan bahwa peringatan 100 tahun Bendung Walahar bukan sekadar refleksi sejarah, tetapi momentum mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan air nasional.

“Walahar telah mengalirkan kehidupan selama satu abad. Tugas kami adalah memastikan aliran itu tetap terjaga untuk generasi berikutnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa teknologi tidak menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan insan PJT II dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

“PJT II terus beradaptasi, tidak hanya lewat transformasi digital tetapi juga melalui kedisiplinan dan kerja sama seluruh insan perusahaan di lapangan. Keberlanjutan pengelolaan air adalah kunci ketahanan pangan, ketahanan energi, dan masa depan masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan menjaga fungsi Walahar selama satu abad juga merupakan hasil sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan—pemerintah pusat dan daerah, kelompok tani, hingga operator lapangan. Komunikasi intensif dengan para petani terus dilakukan untuk memastikan distribusi air tetap merata dan tepat sasaran, terutama saat musim tanam.

Ke depan, PJT II memperkuat komitmennya menjaga Bendung Walahar sebagai tulang punggung ketahanan pangan di Jawa Barat. Selain memastikan keandalan peralatan lama, PJT II juga terus mengintegrasikan pendekatan modern dalam monitoring dan manajemen operasional.

Perpaduan antara warisan sejarah dan inovasi inilah yang diharapkan mampu memastikan Walahar tetap kokoh—bukan hanya seratus tahun ke belakang, tetapi juga seratus tahun ke depan—mengalirkan kehidupan bagi negeri tanpa henti.

(Wahid)

Berita Terkait

Dijanjikan Kerja di Turki, Malah Berujung di Irak: Dua PMI Asal Jabar Menanti Jalan Pulang
Resmi! Polres Karawang Naik Status Jadi Polresta, Kombes Mario Prahatinto Resmi Pimpin
Refleksi 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Teatrikal “Suara Diponegoro” dan Renungan Malam
Warga Perum Karawang Jaya Gotong Royong Sambut HUT ke-81 RI, Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Menggema
Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Di Harkopnas ke-79 Presiden Prabowo Euweuh Pangaruhna Pemerintah Tetap Fokus Jalankan Program Rakyat
Harkopnas Ke – 79 Karawang Mobilisasi 2.050 Anggota KDPMP Siap Wujudkan Koperasi Berdaya
Wamensos Lepas Kontingen Garuda Baru, Indonesia Siap Berlaga di Street Child World Cup Meksiko
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru