Kang cucu Desak Kebangkitan Jati Diri Karawang yang Terkikis Terpantik Strategi Anomali gubernur Jawa Barat

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 15:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Di saat publik ramai memperbincangkan desain gapura di Gedung Sate, seniman dan budayawan Karawang, Kang Cucu, menggunakan momen tersebut sebagai reflektor tajam yang langsung mengarah pada kota asalnya. Kontroversi itu menjadi pematik yang mengingatkannya kembali bahwa Karawang sebuah kota kaya sejarah kini mengalami krisis identitas kultural yang harus segera dibangkitkan.

Fokus pada Jati Diri yang Mulai Terkikis Bagi Kang Cucu, isu di tingkat provinsi itu mengalihkan fokus pada masalah internal Karawang yang fundamental jati diri kota yang dirasa mulai terkikis dan harus segera dibangkitkan.

“Di saat yang lainnya sibuk berdebat pro-kontra, saya malah terpantik ingatannya terhadap jati diri Kota Karawang. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa Karawang pun krisis identitas. Karawang harus berani bertindak,” ungkap Kang Cucu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi Strategi ‘Anomali’ KDM Keterkaitan Sunda-Bali Kang Cucu menegaskan bahwa inspirasinya bersumber dari cara berpikir KDM saat menjabat Bupati, bukan dukungan personal, melainkan apresiasi terhadap filosofi anomali yang terbukti efektif oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

“Fokus saya adalah pada filosofi anomali yang dilakukan KDM. Dulu, banyak yang mencibir ornamen seperti janur, lampion, hingga pohon yang dikasih kain poleng. Namun, KDM berhasil membuktikan adanya keterkaitan sejarah antara Kesundaan dengan Bali.

Melalui apa yang diracik KDM waktu menjabat, akhirnya jati diri Sunda ada kebangkitan** dan banyak yang mulai menggali kembali akar kulturalnya. Beliau berhasil menjadikan Purwakarta memiliki _genius loci_ yang kuat,” jelasnya Urgensi Gapura Karawang

Baca Juga:  LBH CAKRA INDONESIA Apresiasi Keteladanan Sekda Karawang, Dukung Efisiensi Anggaran di Tengah Krisis Global

Kang Cucu menyorori bagaimana dampak visual kebijakan KDM harusnya menjadi model bagi Karawang:

“Ketika kita menuju Purwakarta, kita langsung disambut oleh gapura yang menjadi penanda dan pembeda. Inilah yang harusnya diserap oleh Karawang. Gapura selamat datang, batas kota, dan ornamen Karawang harus menjadi visualisasi nyata dari sejarah Sunda Karawang,” tegasnya.

Karawang Entitas Kultural yang Terpisah dari Sang Ibu’ Kang Cucu menyoroti Karawang, yang kaya akan warisan peradaban kuno (Candi Jiwa, Candi Lanang) namun miskin representasi visual. Ia menggunakan metafora mendalam.

“Karawang saat ini ibarat seorang anak yang terpisah dari seorang ibu. Identitas Sunda, sejarah kita, adalah rahim sejarah yang seharusnya memelihara. Jika kita mengabaikan warisan ini, kita kehilangan sosok ibu yang melahirkan peradaban kita,” kritiknya.

Ia mendesak agar desain gapura Karawang diperbaharui total dengan eferensi sejarah konkret, yaitu motif dari situs Candi Jiwa, Candi Lanang, dan Candi Blandongan, filosofi lumbung padi, dan spirit kesenian Jaipongan.

Urgensi Kultural: Mengakhiri Masa ‘Tidur Panjang’ Sunda Kang Cucu menutup seruannya dengan penegasan bahwa masalah ini adalah tanggung jawab bersama untuk mengakhiri ‘tidur panjang’ identitas Sunda

“Ini adalah urgensi kultural. Sampai kapan kita membiarkan orang Sunda kehilangan Kesundaan dan identitasnya Karawang harus berani mengadopsi pemikiran anomali untuk kembali menjadi kota yang beridentitas dan berakar kuat. Sudah saatnya jati diri Karawang yang terkikis ini dibangkitkan”

Berita Terkait

Yusron GIBAS Sentil KIM: Kalau Ada Pelanggaran, Tunjukkan Oknum, Jangan Pukul Rata Ormas
Bupati Karawang Gelar Mancing Gratis Serentak di 30 Kecamatan, Meriahkan HUT Karawang ke-393 di 30 Kecamatan, Meriahkan HUT Karawang ke-393
Padukan Seni Urban dan Budaya Lokal, Karawang Urban Culture Vol. 2 Dongkrak Omzet UMKM Tembus Rp1,16 Miliar
16 Peserta Pemagangan Disnakertrans Karawang Raih Sertifikat BNSP, Tiga Langsung Diterima Kerja
NAMA SAMBAS MUNCUL DALAM PENGADAAN RAPAT K3S, STATUS ASN KORWIL DIPERTANYAKAN: ADA POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN?
Diduga Ada Pembiayaan Ganda Operasional Korwil Cambidik, Transparansi Disdik Karawang Dipertanyakan
Bupati Aep Wujudkan Janji, Modul Belajar Gratis Hadir untuk Siswa SD dan SMP se-Karawang
Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok Bersama Masyarakat dan Mahasiswa KKN Unsika Gelar Kerja Bakti Bersihkan Eceng gondok
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:08

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:40

Proyek Pembangunan RKB POS PAUD BAHRUL ILMI Pakisjaya Rp.189 Juta Di sorot.APD di pertanyakan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:48

Konsumen Sudah Lunas, Kost Belum Rampung! GRANADA LIVING KARAWANG Disorot, Kontraktor Mengaku Belum Dibayar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59

Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:40

Program Modul Gratis Pemkab Karawang Jadi Perhatian, SDN Gempol Karya I Ikuti Kebijakan Pendidikan Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:37

Dini Novi Andriyani S.E. Raih Nomor Urut 1 dalam Pengundian Calon Kepala Desa Sindangkarya

Berita Terbaru