BUNTUT DEMO PENOLAKAN TAMBANG MAS PUTIH BELITUNG DI KARST PANGKALAN KEPALA DESA DAN AKTIVIS DI KARAWANG DILAPORKAN KE BARESKRIM

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 12:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Buntut demonstrasi penolakan tambang PT Mas Putih Belitung (PT MPB) yang dilakukan masyarakat dan aktifis lingkungan 17 April 2025 di depan gerbang PT Jiushin Indonesia di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Kepala Desa Tamansari dan beberapa aktifis di Karawang dipanggil Bareskrim Polri.

Dalam undangan klarifikasi bernomor B/3860/VII/Res.1.10/2025/Dirtipidum tertanggal 22 Juli 2025 yang beredar di masyarakat, penyidik Unit IV Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana pengerusakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 406 KUHP yang diduga dilakukan oleh terlapor atas nama Ujang Nur Ali, Ai Ratna Ningsih, dkk. Ai Ratna Ningsih adalah Kepala Desa Tamansari.

Ujang Nur Ali warga sekitaran Goa Dayeuh di Tamansari yang berada di sekitar area Kawasan Bentang Alam Karst Pangkalan ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya saat ini (30-07-2025) sedang berada di jalan tol menuju Bareskrim Polri memenuhi undangan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui, dalam demo tanggal 17 April 2025 berakhir ricuh dengan beberapa fasilitas PT Jui Shin Indonesia (PT JSI) dibakar oleh para pendemo. Tercatat pendemo membakar ban didepan gerbang PT JSI yang merembet sampai terbakarnya Pos Satpam di depan gerbang. Aksi pendemo ini kemudian berlanjut dengan beberapa masa pendemo yang mengelas gerbang PT JSI.

Aksi demo ini, terutama menolak atas terbitnya Izin Usaha Pertambangan oleh Plt Gubenur Jawa Barat, Bey Mahmudin kepada PT MPB untuk menambang batu gamping di KBAK Pangkalan. PT MPB sendiri adalah anak perusahaan PT JSI. Rencananya PT MPB akan menyuplai bahan baku semen ke PT JSI yang merupakan produsen Semen Garuda.

Solihin Fu’adi, aktifis lingkungan dari Karawang Selatan menilai pemanggilan Lurah Tamansari dan juga beberapa aktifis ini didasari oleh laporan PT JSI. Pemanggilan ini tentu saja merupakan bentuk kriminalisasi terhadap aktifis lingkungan. Solihin Fu’adi menyebut bahwa dari data kajian Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) Kawasan Bentang Alam Karst Pangkalan mempunyai nilai kehati tinggi. Juga mempunyai aliran sungai bawah tanah, yang sangat tidak layak dan tidak pantas untuk ditambang.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2024, Baliho dan Billboard Calon Bupati Karawang Mulai Terpasang

Padahal sebelum demo dilakukan oleh berbagai organisasi sudah mengirmkan surat pemberitahuan ke Polres Karawang, dan Pos Satpam yang terbakar juga dibangun di sempadan sungai. Bangunan ini pun secara aturan sudah melanggar aturan.

“Dugaan saya ini bentuk intimidasi kepada masyarakat supaya tidak menolak rencana PT MPB untuk melanjutkan operasi menambang di KBAK Pangkalan. Karena setiap MPB mau beroperasi masyarakat selalu mendemo.”

“Ini yang menjadi dasar teman-teman melakukan demonstrasi di PT JSI dan PT MPB. Saya pikir, ketika anak-anak demo dan tidak ditemui oleh manajemen, dan marah kemudian membakar ban itu hal yang biasa dalam sebuah demonstrasi. Sayangnya memang ada yang kemudian melampiaskan kekesalannya yang mengakibatkan pos Satpam terbakar.” Jelas Solihin.

Solihin menambahkan, kalau kriminalisasi terhadap aktifis ini dilanjutkan masyarakat akan menyerukan untuk memboikot produk-produk dari PT JSI, yaitu Semen Garuda dan akan memblokade jalan untuk angkutan PT JSI. Solihin menyampaikan bahwa angkutan produk-produk PT JSI melebihi tonase yang diperbolehkan di jalan raya Badami-Loji.

“Kami akan menyerukan untuk memboikot Semen Garuda, juga melarang angkutan PT JSI melewatu jalan Loji-Badami. Kerusakan yang ditimbulkan oleh PT JSI dan PT MPB, kerusakan jalan dan kerusakan lingkungan ribuan kali nilainya dari sebuah pos Satpam. Tutup Solihin. (LK)

 

Berita Terkait

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
Diduga Ada Permainan Pembagian Undangan Pemilihan BPD, Ketua RT 001/RW 005 Santiong Disorot
Ketua DPRD Karawang Pimpin Sidang Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden
Berita ini 339 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:58

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:23

Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:47

Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:11

Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:57

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:45

Diduga Ada Permainan Pembagian Undangan Pemilihan BPD, Ketua RT 001/RW 005 Santiong Disorot

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:22

Ketua DPRD Karawang Pimpin Sidang Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:08

Rapat Paripurna DPRD Karawang Tetapkan Dua Perda, Bahas Reses III dan Perubahan KUA-PPAS 2026

Berita Terbaru