Aksi Damai Asosiasi Sedot WC Karawang Aspirasi Kami Bukan Kotoran

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 05:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Puluhan pelaku usaha jasa sedot WC yang tergabung dalam Asosiasi Sedot WC Karawang menggelar aksi demonstrasi damai bertajuk Aspirasi Bukan Kotoran di depan Kantor Bupati Karawang pada Rabu pagi (25/6). Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan keresahan terkait perlindungan hukum, kepastian usaha, dan minimnya dukungan teknis dari pemerintah daerah.

Dengan mengenakan seragam kerja dan membawa alat simbolis seperti selang serta rompi pelindung, para peserta juga membentangkan poster yang bertuliskan:

Kami Bukan Pembuang Limbah, Kami Penyelamat Lingkungan
Aspirasi Kami Bukan Kotoran – Percepat Izin Usaha & Fasilitasi IPLT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima Tuntutan Utama yang Disuarakan

1. Perlindungan hukum bagi pelaku usaha yang telah memenuhi standar operasional dan perizinan sesuai KBLI 37011.
2. Kemudahan akses OSS berbasis risiko (sesuai PP 28/2025), termasuk pendampingan dari dinas terkait.
3. Revitalisasi dan fasilitasi IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) agar proses pembuangan limbah tidak tersendat dan terhindar dari praktik ilegal.
4. Pelatihan serta sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara rutin bagi petugas lapangan.
5. Pemberantasan praktik usaha ilegal yang masih beroperasi tanpa izin dan tidak mengikuti prosedur.

Pernyataan Ketua Asosiasi

Kami bukan perusak lingkungan, justru kami garda terdepan menjaga sanitasi masyarakat. Tapi kami butuh perlindungan, bukan pembiaran dan pembatasan. Ini tentang hak hidup kami dan warga Karawang yang lebih sehat,”
ujar H. Agus Saputra**, Ketua Asosiasi Sedot WC Karawang.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Ibu Neni Triana, Pelaku Umkm Dapoer ABC (Ayam Bakar Ceban) Mendapatkan Berkah dibulan Ramadhan

Respons Pemerintah Daerah

Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup menyambut baik aspirasi tersebut dan berjanji akan menjadwalkan pertemuan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam waktu dekat.

Anggota **Komisi 3 DPRD Karawang, Erik**, yang turut hadir dalam aksi tersebut menyatakan:

> “Kami melihat para pengusaha ini justru peduli terhadap lingkungan dan ingin taat aturan. Masalahnya ada pada fasilitas dan regulasi yang belum ideal, termasuk belum adanya IPLT permanen di Karawang. Ini akan kami bahas dalam forum resmi Rapat Dengar Pendapat dengan dinas-dinas terkait,” ujarnya.

Erik menambahkan bahwa pembangunan IPLT di Karawang bisa menjadi peluang peningkatan Pendapatan Daerah (PAD) serta menata aspek legal dan teknis pengelolaan limbah domestik secara lebih terpadu.

Aksi Berjalan Damai dan Tertib

Aksi ini berlangsung damai dan tertib, dikawal aparat kepolisian dan Satpol PP. Tidak ada insiden selama demonstrasi. Massa membubarkan diri setelah menggelar doa bersama dan menyerahkan tuntutan secara tertulis kepada perwakilan Pemkab Karawang.

(Ripai)

Berita Terkait

Proyek JUT Mekarjaya Jadi Perhatian, Warga Soroti Dugaan Ketebalan Base Course
Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh
Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa
Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur
Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru