Karawang, Lintaskarawang.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor dalam upaya menanggulangi gangguan penglihatan, khususnya kelainan refraksi pada anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Hotel Brits Karawang.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi pemerintah dan dukungan sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan, guna memastikan intervensi kesehatan mata dapat menjangkau anak-anak secara menyeluruh di Kabupaten Karawang.
Koordinasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P, yang hadir mewakili Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E, Ketua Tim Kerja Gangguan Indera dan Fungsional Kemenkes RI dr. Ira, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar dr. Rochady, Sp.OG, Sekretaris Dinas Kesehatan Karawang H. Yanto Ardiansyah, SKM., M.M, serta perwakilan dari The Fred Hollows Foundation (FHF).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Sekda Karawang menekankan pentingnya peran serta sektor swasta dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Ia mengajak para pimpinan perusahaan di Karawang untuk membuka hati dan berkontribusi nyata dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung terhadap generasi muda.
“Kami mengetuk para pimpinan perusahaan, mohon disampaikan ini kepada rekan-rekan yang mewakili perusahaan agar terbuka mata hatinya. Walaupun sedikit tetapi kongkret, targetnya jelas dan sasarannya jelas,” ujar Asep Aang.
Kabupaten Karawang sendiri telah memulai langkah nyata dengan melibatkan The Fred Hollows Foundation dalam pelaksanaan pelatihan kesehatan mata kepada 158 guru dari 158 sekolah SD dan SMP. Guru-guru ini dibekali kemampuan untuk memberikan edukasi serta mendeteksi dini gangguan penglihatan pada murid.
Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif sejak usia dini. Gangguan penglihatan yang tidak tertangani sejak dini dapat menghambat proses belajar anak dan menurunkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Melalui forum koordinasi lintas sektor ini, diharapkan akan terbentuk kemitraan yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk mewujudkan Karawang bebas gangguan penglihatan pada anak usia sekolah. (LK)













Tinggalkan Balasan