Industri Batu Bata tradisional Masih Memiliki Tempat di Tengah Kemajuan Zaman

- Penulis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 14:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Di tengah perkembangan teknologi dan pabrikan yang semakin maju, pembuatan batu bata secara manual dan tradisional masih bertahan di beberapa wilayah, salah satunya di Dusun Krajan Utara, Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Meski dikerjakan oleh tenaga yang sebagian besar sudah lanjut usia, batu bata yang dihasilkan tetap memiliki daya saing tinggi di pasaran.

Warji, yang lebih dikenal dengan sebutan Bos Warji, menjadi salah satu saksi bahwa batu bata tradisional ini masih diminati oleh masyarakat. “Masih banyak yang mencari batu bata manual, apalagi dengan merek 777. Saya pernah bertemu seseorang yang mencari tempat produksinya sampai berkeliling lama, sampai akhirnya tahu kalau batu bata 777 diproduksi di kampung kami,” ungkap Warji pada Rabu (21/8/2024).

Orang yang dimaksud Warji adalah warga Purwakarta yang kemudian memesan batu bata 777 untuk keperluan pembangunan rumahnya. “Dia datang ke sini dan memesan batu bata sesuai kebutuhan bangunan rumahnya. Ternyata dia sangat tertarik setelah tahu bahwa bata tersebut diproduksi di sini,” tambah Warji.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keunikan dari batu bata 777 ini terletak pada bahan dasarnya yang berasal dari tanah liat yang diambil dari lumpur irigasi sekitar. Proses pembuatannya yang masih dilakukan secara manual menjadikan batu bata ini memiliki kualitas yang kuat dan tahan lama.

Baca Juga:  Warna-warni Carnaval Akbar Perdana di Griya Restu Cikarang

“Menurut pengalaman orang tersebut, ketika dia membongkar bangunan lamanya, batu bata yang digunakan masih utuh dan kokoh. Fakta ini membuatnya semakin yakin untuk menggunakan batu bata 777 dalam pembangunan rumah barunya,” cerita Warji.

Meski proses pembuatannya terkesan tradisional, namun hasilnya tak kalah dengan produk pabrikan. Banyak yang mengakui bahwa kualitas batu bata manual ini mampu bertahan hingga puluhan tahun, sehingga tetap menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat yang mengutamakan kekuatan dan keawetan bangunan.

Bagi Bos Warji dan para pekerja lainnya, mempertahankan cara tradisional ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga warisan budaya yang harus dijaga. “Ini bukan hanya soal jualan batu bata, tapi juga menjaga tradisi yang sudah ada sejak lama,” tegasnya.

Dusun Krajan Utara Karyasari memang dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan batu bata manual di Karawang. Keberadaan para pekerja seperti ini menjadi bukti bahwa industri tradisional masih memiliki tempat di tengah kemajuan zaman.

(Dadang)

Berita Terkait

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah
‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian
Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi
Polsek Purwasari Bersama Forkopimcam Panen Jagung Hibrida, Perkuat Ketahanan Pangan di Karawang
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang
Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam
Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris
Berita ini 27 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:11

Hari Pers Sedunia 2026, FWJI Raih Dukungan dan Pengakuan Internasional dari WPO

Minggu, 12 April 2026 - 05:33

Nurdin Syam (Mr KiM) Dukung Penuh Mukab Kadin Karawang, Siapapun Pemenangnya Adalah yang Terbaik

Jumat, 10 April 2026 - 03:02

Mizongyi: Jejak yang Tak Pernah Hilang dari Warisan Abadi Huo Yuanjia

Selasa, 7 April 2026 - 07:24

Mengapa Banyak Orang Menikah Lagi tapi Mengulangi Kesalahan yang Sama? Jejak Pola yang Diam-Diam Dibaca Al-Qur’an

Kamis, 2 April 2026 - 09:29

Bupati Karawang Siap Lindungi Guru Pelapor Dugaan Kecurangan Program MBG

Senin, 16 Maret 2026 - 05:07

Jeritan Seniman Karawang: Surat Terbuka untuk Wamen Kebudayaan Selamatkan Seni Tradisi yang Terancam Punah

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:24

Safari Ramadan di Pedes, Wabup Karawang Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:28

Pemkab Karawang Buka Mudik Gratis 2026, Sediakan 810 Kuota ke 13 Kota Tujuan

Berita Terbaru

Live

Segaran Batujaya, Kab. Karawang, Jawa Barat

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30