Sosialisasi Perda No. 3 Tahun 2021, Sri Rahayu Tekankan Pentingnya Perlindungan Anak di Era Digital

- Penulis

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 09:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu SH, melaksanakan sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Acara ini berlangsung di Anjun Kanoman, Kelurahan Karawang Kulon, pada Sabtu (10/8/2024).

Dalam kesempatan ini, Sri Rahayu menyoroti pentingnya perlindungan anak, khususnya terkait dengan penggunaan gadget yang kini tak lepas dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Meskipun gadget memiliki banyak kelebihan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dampak negatifnya bisa sangat merusak pola pikir dan perkembangan anak.

“Perda ini sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak kita, terutama dalam menghadapi tantangan di era digital. Anak-anak sekarang banyak menggunakan gadget sebagai pengganti teman bermain, namun kita harus waspada terhadap dampak negatifnya,” ungkap Sri Rahayu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa dampak negatif yang diuraikan oleh Sri antara lain:

– **Gangguan Perkembangan:** Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat mengganggu perkembangan anak. Terlebih dengan maraknya judi online yang bisa menjerumuskan anak-anak ke dalam kegiatan negatif.

– **Obesitas:** Penggunaan gadget secara berlebihan tanpa pengawasan orang tua dapat menyebabkan anak mengalami obesitas, akibat pola makan yang tidak teratur dan kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga:  Masyarakat Waluya Ucapkan Terima Kasih atas Pembangunan MCK Masjid Nurul Islam, Dinas PRKP Karawang Dapat Apresiasi

– **Perubahan Pola Pikir dan Perilaku:** Anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat di gadget, yang bisa berdampak buruk jika tidak difilter dengan baik.

– **Gangguan Tidur:** Penggunaan gadget yang tidak diawasi dapat menyebabkan gangguan tidur pada anak, karena mereka cenderung diam-diam mengaktifkan gadget tanpa sepengetahuan orang tua.

Untuk mengatasi hal ini, Sri memberikan beberapa tips kepada para orang tua agar anak-anak tidak terpengaruh oleh dampak negatif gadget. Di antaranya adalah pengawasan ketat saat anak bermain gadget, pengurangan pemakaian secara bertahap, serta mengalihkan perhatian anak dengan aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah.

“Orang tua harus bijak dalam mendampingi anak-anak mereka saat menggunakan gadget. Jangan sepenuhnya melarang, tapi ajak mereka berkomunikasi dan lakukan pengurangan secara bertahap,” tambah Sri.

Sebagai penutup, Sri Rahayu berharap dengan adanya Perda ini, masyarakat Jawa Barat dapat lebih sadar akan pentingnya perlindungan anak di era digital. “Dengan sosialisasi Perda ini, semoga masyarakat Jawa Barat dapat lebih terlindungi dan anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik,” tandasnya.

(Suci)

Berita Terkait

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut
Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Berita ini 5 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Jumat, 4 September 2026 - 06:26

Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:56

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22

Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru