Karawang, Lintaskarawang.com – Jembatan merupakan konstruksi yang memerlukan perencanaan matang untuk menahan getaran serta memberikan dukungan yang andal bagi kendaraan yang melintas. Salah satu komponen penting dalam konstruksi jembatan adalah sambungan ekspansi atau expansion joint, yang berfungsi untuk menampung pergerakan akibat perubahan suhu maupun beban kendaraan, sehingga stabilitas jembatan tetap terjaga.
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang menyelesaikan pemasangan expansion joint di Jembatan Pabrik Es arah Interchange Karawang Barat pada Tahun Anggaran 2024 lalu. Namun, pasca penyelesaian pekerjaan, sejumlah masyarakat pengguna jalan mengeluhkan kondisi sambungan ekspansi tersebut.
Keluhan yang muncul disebabkan oleh permukaan besi expansion joint yang dianggap licin dan berpotensi membahayakan pengendara roda dua. Sejumlah insiden kecelakaan yang terjadi pun memicu protes dari masyarakat, yang meminta pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar jembatan lebih aman dilintasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh merespons cepat aspirasi masyarakat dengan menginstruksikan evaluasi terhadap expansion joint di Jembatan Pabrik Es Karawang Barat. Langkah penyempurnaan pun segera disusun untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Melalui akun media sosial resmi Dinas PUPR Karawang, dijelaskan bahwa salah satu solusi yang akan diterapkan adalah pelapisan coating pada sambungan ekspansi. Lapisan ini bertujuan meningkatkan daya cengkeram (grip) pada roda kendaraan guna mengurangi risiko kecelakaan. Sebelum diterapkan secara luas, pelapisan ini akan terlebih dahulu diuji coba untuk memastikan efektivitasnya.

Menyikapi langkah cepat pemerintah, aktivis Andri Kurniawan menyampaikan apresiasinya terhadap Bupati Karawang dan Dinas PUPR. Menurutnya, kepemimpinan H. Aep Syaepuloh selama ini dikenal responsif terhadap persoalan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, termasuk dalam pembangunan infrastruktur.
“Tentunya kita sebagai masyarakat juga harus bijaksana. Jika ada ketidaksempurnaan dalam pembangunan, bukan berarti langsung menyalahkan pemerintah. Kita bisa menyampaikan aspirasi, baik melalui kritik terbuka di publik maupun secara langsung, agar menjadi bahan evaluasi bagi Bupati dan OPD terkait,” ujarnya, Jumat (31/1/2025).
Lebih lanjut, Andri menambahkan bahwa respons cepat pemerintah daerah dalam menangani keluhan masyarakat patut diapresiasi. “Alhamdulillah, ketika ada informasi dan protes dari masyarakat, bukan hanya OPD teknis yang sigap merespons, tetapi Bupati juga langsung turun tangan memberikan perhatian penuh,” ungkapnya.
Ia pun berharap agar pelapisan coating pada expansion joint segera diuji coba dan diterapkan, sehingga pengguna jalan dapat lebih nyaman dan aman saat melintasi Jembatan Pabrik Es Karawang Barat. (LK)













Tinggalkan Balasan