Karawang | Lintaskarawang.com — Tanggul irigasi Apur yang mengalami ambrol/longsor di wilayah RT 048/RW 010, Dusun Warudoyong Selatan, mendapat perhatian dari pihak terkait. Setelah sebelumnya dilaporkan masyarakat melalui pemerintah desa, kondisi tanggul tersebut kini mulai ditindaklanjuti melalui monitoring lapangan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.
Monitoring dilakukan pada Kamis (20/08/2026). Dari pihak PJT II, monitoring diwakili Ade Suherman, atau yang akrab disapa Ade Golun, dari SPP Operasional Seksi Rengasdengklok wilayah PJT II. Sementara dari PUPR Kabupaten Karawang hadir Novi Cahyadi, selaku Katim Bidang Sumber Daya Air (SDA).
Kerusakan tanggul sebelumnya dilaporkan warga kepada pemerintah desa karena kondisi tanah yang ambrol serta tembok penahan tanah (TPT) dinilai cukup memprihatinkan. Warga khawatir kerusakan tersebut dapat berdampak terhadap keberlangsungan saluran irigasi yang berada di lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan masyarakat kemudian ditindaklanjuti pemerintah desa dengan meminta kepala dusun melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait, khususnya instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan infrastruktur pengairan.
Dalam monitoring tersebut, Ade Suherman menyarankan agar pemerintah desa dan pihak kecamatan segera menyampaikan laporan secara resmi melalui surat kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
“Saya menyarankan pihak pemdes dan kecamatan bersurat yang ditujukan ke BBWSC, ditembuskan ke Kadis PUPR, GM UW II, dan BPBD, juga disampaikan laporan ke Pak Bupati,” ujar Ade Suherman atau Ade Golun saat monitoring di lokasi.
Saran tersebut dinilai penting mengingat kerusakan berada pada infrastruktur pengairan yang membutuhkan koordinasi lintas instansi. Dengan adanya surat dan laporan resmi, kondisi kerusakan diharapkan dapat segera mendapatkan penanganan sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Sebelumnya, warga melalui pemerintah desa juga telah menyampaikan permohonan agar kondisi tanah yang ambrol dan TPT di tanggul irigasi Apur segera mendapat perhatian dari pihak pengairan.
“Mohon bantuannya melaporkan ke pihak terkait, Pengairan,” demikian inti laporan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah desa.
Kini, setelah dilakukan monitoring oleh PJT II bersama PUPR Kabupaten Karawang, masyarakat berharap langkah tersebut tidak berhenti pada pengecekan lapangan semata. Warga menantikan adanya tindak lanjut berupa penanganan kerusakan agar tanggul irigasi kembali aman dan fungsi saluran pengairan tetap berjalan dengan baik.
Kondisi tanggul yang berada di kawasan permukiman dan berkaitan langsung dengan saluran irigasi tersebut menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, PJT II, PUPR, BBWSC, BPBD hingga pemerintah daerah dapat segera menghasilkan langkah konkret di lapangan.
Penulis : Apih Kasur
Penyunting : Wahid













Tinggalkan Balasan