Karawang | Lintaskarawang.com – Wibawa Nusantara bersama Forum Pondok Pesantren Kabupaten Karawang menggelar silaturahmi kebangsaan serta menjaga nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa terus digaungkan,di kawasan Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Senin (22/06/26).
Kegiatan tersebut disambut jajaran Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad, tokoh masyarakat, pegiat sejarah, serta berbagai unsur budaya, pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan komitmen memperkuat sinergi lintas elemen dalam menjaga warisan sejarah sekaligus membangun karakter kebangsaan.
Pembina Wibawa Nusantara, KH. Endang Suratno Wibowo, menegaskan bahwa Tugu Kebulatan Tekad memiliki makna penting sebagai simbol keberanian dan persatuan para pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya, Tugu Kebulatan Tekad bukan sekadar bangunan, tetapi simbol keberanian dan persatuan para pejuang. Hari ini kita harus melanjutkan perjuangan itu dalam bentuk membangun pendidikan, ekonomi umat, budaya, dan peradaban. Wibawa Nusantara siap bersinergi dengan semua elemen bangsa demi kebangkitan Nusantara yang berdaulat dan bermartabat,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad, H. Darwis, mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian terhadap pelestarian situs-situs bersejarah nasional.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Semoga menjadi langkah awal sinergi yang lebih luas dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai perjuangan bangsa. Tempat ini adalah warisan sejarah yang harus dirawat bersama agar generasi muda memahami bagaimana beratnya perjuangan meraih kemerdekaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Padjadjaran Siliwangi Nusantara Kabupaten Karawang, N. Juana, menilai persatuan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk berjarak, justru harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Ketika tokoh budaya, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat bersatu, maka kebangkitan Nusantara bukan sekadar mimpi. Kita harus menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kecintaan kepada tanah air,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Forum Pondok Pesantren Kabupaten Karawang, KH. Abdul Hayyi, menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan, penguatan ekonomi umat, serta penanaman nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Pesantren sejak dahulu menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa. Hari ini pesantren harus kembali mengambil peran sebagai pusat pendidikan karakter, penguatan ekonomi umat, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pesantren, pegiat budaya, tokoh sejarah, dan masyarakat untuk menjaga warisan perjuangan bangsa serta membangun peradaban Nusantara yang maju dan berkarakter.
Mereka juga mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat agar memberikan perhatian lebih besar terhadap kawasan sejarah Rengasdengklok, khususnya Tugu Kebulatan Tekad dan situs-situs perjuangan kemerdekaan lainnya.
Dukungan tersebut diharapkan diwujudkan melalui pengembangan kawasan bersejarah, peningkatan sarana dan prasarana, program edukasi kebangsaan, serta promosi wisata sejarah yang mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.
Silaturahmi kebangsaan ini pun menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus memperkuat sinergi antara tokoh agama, tokoh budaya, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga identitas bangsa serta mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat.
Penulis: Ujang Rastam
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan