Karawang | Lintaskarawang.com – Puluhan warga Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang menggeruduk Pondok Pesantren At-Taubah, pada Senin (27/04/26) malam.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras terhadap seorang oknum kepala sekolah sekaligus ustad yang diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati.
Kedatangan warga ke lingkungan ponpes dipicu oleh informasi yang beredar luas di masyarakat terkait dugaan perbuatan asusila tersebut, warga menuntut kejelasan serta mendesak agar proses hukum segera dilakukan secara tegas dan transparan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, memberikan informasi kepada redaksi Lintaskarawang.com, jumlah korban diduga lebih dari satu orang, bahkan beberapa korban disebut-sebut dalam kondisi hamil, yang semakin memicu kemarahan warga hingga berujung aksi demonstrasi.
“Ada berita, oknum kepala sekolah ponpes At-Taubah diduga mencabuli santriwati, infonya korban sudah 8 bulan hamil,” ujar seorang warga sambil merekam situasi aksi protes.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria memberikan pernyataan di hadapan massa, ia menyebut bahwa pihak pengelola ponpes telah berkoordinasi dengan aparat keamanan.
“Pak haji tadi sudah berkoordinasi dengan intel Polres Karawang, Babinsa TNI, dan Bhabinkamtibmas, masalah ini sudah diserahkan ke pihak berwajib, tinggal menunggu proses hukum selanjutnya,” ujarnya.
Situasi di lokasi sempat memanas, namun aparat keamanan yang tiba di tempat kejadian berhasil meredam emosi massa dan mencegah terjadinya tindakan anarkis, hingga malam hari, petugas masih berjaga untuk memastikan kondisi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap maupun jumlah pasti korban, warga berharap kasus ini segera diusut tuntas demi memberikan keadilan bagi para korban dan menjaga keamanan lingkungan.
Penulis: Aan Ade Warino
Editor: Dadang A.H













Tinggalkan Balasan