Dituding Jalankan Investasi Bodong, Pasutri Karawang Digeruduk Korban dan Dilaporkan

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 05:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Poto: para korban dugaan investasi bodong berdatangan ke rumah pasutri di perumahan BMP karawang

Keterangan Poto: para korban dugaan investasi bodong berdatangan ke rumah pasutri di perumahan BMP karawang

Karawang, Lintaskarawang.com — Aroma penipuan berbasis investasi kembali menyeruak di Karawang, sepasang suami istri berinisial ASH dan MR yang tinggal di Perumahan Bumi Margasari Permai (BMP), diduga menjalankan praktik investasi bodong yang menghimpun dana warga selama bertahun-tahun tanpa satu pun yang terealisasi.

Dugaan itu disampaikan oleh kuasa hukum para korban, Daryani, S.H. yang menyebut pola penawaran investasi pasangan tersebut dilakukan secara sistematis dan berlangsung lama, karena MR sendiri diketahui bekerja di PT Astra Isuzu Casting Center Karawang, sehingga banyak warga tidak menaruh curiga atas tawaran keduanya.

Skema investasi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari investasi beras, ketan, hingga suplai pakaian yang diklaim bekerja sama dengan jaringan ritel Matahari Department Store (MDS) dan ada pula program penukaran uang baru untuk kebutuhan Idul Fitri 2026, sebuah iming-iming yang belakangan menjadi salah satu sumber kekecewaan terbesar para korban.

Namun janji tinggal janji, tidak ada pengembalian modal, tidak ada pembagian keuntungan, dan tidak ada uang baru yang dijanjikan menjelang lebaran, hingga kini, lebih dari 15 warga tercatat menjadi korban.

Sebagian besar merupakan tetangga di kompleks yang sama, sementara beberapa lainnya berasal dari luar daerah, korban menyebut selama ini mereka tersandera rasa percaya, hingga akhirnya sadar bahwa uang yang dititipkan tak kembali.

“Para korban sudah cukup bersabar, tidak ada kejelasan, tidak ada itikad baik, langkah hukum adalah pilihan terakhir,” kata Daryani, Minggu (05/04/26).

Rencananya, para korban akan melaporkan kasus ini ke Polres Karawang, sebagai langkah untuk mendorong penyelidikan lebih cepat, sekaligus memastikan kasus serupa tidak kembali memakan korban.

Penulis: Ripai

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
Polsek Rengasdengklok Bergerak Cepat Tangani Kasus Bocah Tenggelam di Saluran Irigasi Desa Dewisari
Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Truk Muatan Minyak Sayur Terguling di Jalur Pantura, Arus Lalu Lintas di Jatisari Macet Panjang
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:43

Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Berita Terbaru