Karawang | Lintaskarawang.com – Karawang kembali dihadapkan pada kenyataan pahit di dunia olahraga. Seorang atlet muda berbakat cabang Muay Thai yang telah mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, kini terancam batal berangkat akibat keterbatasan biaya.
Padahal, atlet tersebut telah menjalani latihan secara intensif dan disiplin dalam beberapa bulan terakhir. Persiapan matang telah dilakukan demi membawa nama Indonesia, khususnya Karawang, ke kancah internasional. Namun, impian tersebut kini berada di ujung tanduk.
Pelatihnya, Jayden, menyampaikan langsung rasa kekecewaan dan keprihatinannya terhadap kondisi yang dihadapi anak didiknya. Ia menilai, hambatan yang terjadi bukan lagi soal kemampuan atlet, melainkan kurangnya dukungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak ini sudah latihan keras, disiplin, dan siap bertarung membawa nama Indonesia. Tapi kalau keberangkatan saja terhalang biaya, ini bukan soal kemampuan lagi, ini soal kepedulian,” ungkap Jayden.
Menurutnya, kesempatan untuk tampil di ajang internasional seperti ini bukanlah hal yang datang setiap saat. Momentum tersebut menjadi peluang emas bagi atlet daerah untuk menunjukkan kualitasnya di level yang lebih tinggi.
“Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Ini adalah momentum bagi atlet daerah untuk naik level dan membuktikan kualitasnya di luar negeri,” tambahnya.
Jayden menegaskan, sebagai pelatih dirinya hanya menginginkan keadilan bagi anak didiknya agar bisa bertanding dengan layak. Ia berharap mimpi besar sang atlet tidak harus terhenti hanya karena keterbatasan finansial.
“Saya sebagai pelatih cuma ingin satu hal: anak didik saya punya kesempatan yang adil untuk bertarung. Jangan biarkan mimpi mereka berhenti hanya karena tidak ada dukungan,” tegasnya.
Hingga saat ini, harapan masih terbuka. Dukungan dari masyarakat, komunitas olahraga, hingga pihak pemerintah dan sponsor sangat dibutuhkan agar atlet tersebut dapat berangkat dan berlaga membawa nama baik daerah serta bangsa.
Karena di balik satu atlet, bukan hanya mimpi pribadi yang dipertaruhkan, tetapi juga harga diri daerah dan Indonesia di mata dunia. (Gel)













Tinggalkan Balasan