Diduga Lepas Tanggung Jawab RT Selaku Supplier Hotmix lambat dalam pengerjaan jalan

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 04:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang , Lintaskarawang.com – Seorang sales hotmix berinisial RT, warga Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, diduga lepas tanggung jawab sebagai supplier material hotmix untuk proyek jalan di Desa Cigunungsari, Kecamatan Tegalwaru. Padahal, RT telah menerima uang muka DP sebesar Rp30 juta sejak tanggal 3 September 2025.

Pekerjaan ini dipercayakan kepada Ade Kumis, warga Kecamatan Tegalwaru yang ditunjuk oleh salah satu rekanan Dinas PUPR Kabupaten Karawang untuk mencarikan supplier hotmix. Ade Kumis kemudian menghubungi RT dan menyepakati pengerjaan proyek bersama Sule, selaku mandor lapangan.

Kesepakatan antara pihak-pihak tersebut diikuti dengan proses transfer dana sebesar Rp30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) ke rekening atas nama RT sebagai uang muka untuk pengerjaan jalan tersebut. Namun, hingga dua minggu berlalu, proyek tak kunjung dikerjakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa curiga, pihak pemilik proyek yang berinisial P pun dipanggil oleh Dinas PUPR Kabupaten Karawang untuk dimintai keterangan atas keterlambatan pekerjaan.

Memang betul saya sudah kasih DP melalui Ade Kumis kepada RT. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi pekerjaan. Akibatnya saya dipanggil oleh Dinas PUPR. Saya jawab sejujurnya bahwa pekerjaan sudah dipesan ke RT, namun tidak ada kejelasan. Keterlambatan ini menjadi beban bagi saya, karena bisa dikenakan denda. Kalau sudah kena denda, apakah RT mau bertanggung jawab? Tentu tidak, ujar P saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, dengan nada kesal.

Hal senada disampaikan oleh Edi, perwakilan dari pihak kontraktor. Ia mengaku sudah menghubungi RT pada tanggal 13 September 2025, dan RT beralasan bahwa aspal curah masih dalam perjalanan dari Tangerang. Namun setelah itu, RT sulit dihubungi.

Baca Juga:  Reses III Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin Serap Aspirasi Warga Perumahan Niera Palumbonsari

Beberapa hari setelah itu, saya telepon susah dihubungi. Saya dan mandor Sule akhirnya mendatangi rumahnya atas arahan dari bos. Saat sampai di rumahnya, suasana sepi, hanya terlihat mobil barunya terparkir di depan. Malam harinya, saya utus rekan untuk datang lagi ke rumahnya, tapi tetap sepi. Dari informasi RT (Rukun Tetangga) setempat, katanya dia sedang pergi umroh, ungkap Edi.

Edi menyayangkan sikap RT yang pergi umroh tanpa memberitahukan dan menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya terlebih dahulu.

Saya kaget, kenapa bisa pergi umroh tanpa kabar, padahal sudah janji-janji terus. Bahkan setelah saya hubungi kantornya, DP itu tidak tercatat masuk. Seharusnya, sebelum berangkat umroh, selesaikan dulu urusan pekerjaan supaya ibadahnya juga tenang dan tanpa beban, tambahnya.

Sampai berita ini diterbitkan, RT belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi atas tuduhan wanprestasi tersebut.

Dengan adanya kejadian ini, para kontraktor diimbau untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih supplier. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa RT juga diduga melakukan hal serupa di wilayah Loji, dengan lebih dari satu titik proyek dan beberapa kontraktor lain yang turut menjadi korban DP sudah disetorkan, namun pekerjaan tak kunjung dilaksanakan.

Reporter: Fitri
Redaksi: Lintaskarawang.com

 

Berita Terkait

PT Jaya Refrigeration Equipment Klarifikasi Isu Loker Midea, Tegaskan Tak Pernah Bekerja Sama dengan AST
Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Lemah Duhur, Musholah Bocor hingga Irigasi Sawah Jadi Sorotan
Panglima Chaunk Resmi Pimpin HANKAM DPP GMPI, Dewa Sena Serahkan SK Secara Langsung
Kang Bagas Optimistis Abdul Gofur Unggul di Pilkades Wadas, SIWADAS Jadi Program Andalan Transparansi Desa
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN
FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:08

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:40

Proyek Pembangunan RKB POS PAUD BAHRUL ILMI Pakisjaya Rp.189 Juta Di sorot.APD di pertanyakan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:48

Konsumen Sudah Lunas, Kost Belum Rampung! GRANADA LIVING KARAWANG Disorot, Kontraktor Mengaku Belum Dibayar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59

Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:40

Program Modul Gratis Pemkab Karawang Jadi Perhatian, SDN Gempol Karya I Ikuti Kebijakan Pendidikan Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:37

Dini Novi Andriyani S.E. Raih Nomor Urut 1 dalam Pengundian Calon Kepala Desa Sindangkarya

Berita Terbaru