Seleksi Administrasi RSDK Dinilai Janggal, Pelamar Pertanyakan Transparansi dan Akuntabilitas

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 13:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Proses rekrutmen RSUD Rengasdengklok (RSDK) kembali menuai sorotan tajam. Para pelamar menyampaikan keberatan sekaligus permohonan klarifikasi terkait hasil seleksi administrasi yang telah diumumkan panitia. (7/9/2025).

Dalam surat yang diterima redaksi, para pelamar menilai tahapan seleksi tersebut penuh dengan kejanggalan. Salah satu fakta yang disampaikan, pada formasi S1 Hukum jumlah pendaftar mencapai 518 orang, namun yang dinyatakan lulus administrasi hanya 3 orang. Kondisi ini dianggap janggal dan tidak masuk akal.

Selain itu, para pelamar mempertanyakan kriteria seleksi yang digunakan panitia. Menurut mereka, tidak ada penjelasan terbuka mengenai tolak ukur seleksi administrasi. Padahal, banyak pelamar dengan kualifikasi yang dinilai sudah linear, mulai dari jurusan pendidikan, ijazah, IPK, hingga pengalaman kerja relevan, namun justru tidak dinyatakan lolos.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, terdapat peserta yang dinyatakan lolos meski tidak memiliki pengalaman kerja ataupun dengan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan. Hal ini, menurut para pelamar, semakin menimbulkan pertanyaan mengenai objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas proses seleksi.

Dalam surat tersebut, para pelamar juga membandingkan sistem seleksi RSDK dengan mekanisme seleksi CPNS sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Menurut aturan itu, tahap seleksi administrasi hanya memverifikasi kesesuaian kualifikasi pendidikan dan berkas administrasi, tanpa faktor lain yang bersifat subjektif.

Baca Juga:  Dukungan LBH GMPI: RSUD Rengasdengklok Jadi Solusi Kesehatan Masyarakat Karawang Utara

“Penentuan kelulusan seharusnya ditentukan melalui ujian kompetensi yang terukur dan transparan. Tetapi dalam rekrutmen ini, sebelum sampai tahap ujian, banyak pelamar sudah gugur secara tidak jelas pada tahap administrasi,” tulis mereka.

Para pelamar menegaskan, mekanisme seperti ini bertentangan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Undang-undang tersebut menekankan asas kepastian hukum, keterbukaan, serta akuntabilitas.

Berdasarkan hal tersebut, mereka memohon kepada Bupati Karawang selaku penanggung jawab agar segera memberikan penjelasan terbuka mengenai kriteria seleksi administrasi yang digunakan, sekaligus memastikan rekrutmen berjalan sesuai asas transparansi dan keadilan.

Tak hanya itu, mereka juga meminta agar dilakukan evaluasi ulang terhadap seleksi administrasi, sehingga pelamar yang memenuhi kualifikasi pendidikan bisa diberi kesempatan melanjutkan ke tahap ujian. “Besar harapan kami agar Bapak/Ibu Bupati menindaklanjuti persoalan ini demi terciptanya proses rekrutmen yang adil, transparan, dan sesuai aturan,” tutup isi surat tersebut. (LK)

Berita Terkait

Satpol PP Karawang Dinilai Melehoy, Alfamart Kalijaya Tetap Beroperasi Meski Izin Dipersoalkan
Pasca RDP DPRD Karawang, Alfamart Kalijaya Masih Beroperasi, Warga Desak Penegakan Perda
BM PAN Karawang: Pemkab Harus Tutup Permanen TNM dan Perkuat Edukasi Generasi Muda
Karang Taruna Karawang Barat Ancam Gelar Aksi Lebih Besar, Soroti Izin PBG hingga AMDAL yang Belum Lengkap
Polisi Tangkap Lima Pemuda Terkait Dugaan Pelanggaran Kesusilaan di THM Karawang
DPRD Karawang Soroti Kejanggalan Izin Alfamart Kalijaya, Warga Pertanyakan Legalitas Operasional
Sikapi Video Viral di Theatre night mart, Gajah Muda Nusantara Karawang Ajak Semua Pihak Jaga Kehormatan Daerah
Ketua MPI Karawang Desak Pemda Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Berita ini 59 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:52

Muhammadiyah Karawang Dorong Penataan Minimarket Demi Lindungi Ekonomi Desa dan Wujudkan Keadilan Sosial

Senin, 8 Juni 2026 - 13:30

Keren, Mukab Kadin Kabupaten Bekasi Dibuka Sekda dan ditutup Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja

Senin, 8 Juni 2026 - 05:21

TPU Penuh Jadi Sorotan! Pipik Taufik Ismail Tampung Aspirasi Warga Karawang dan Pelaku UMKM

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:46

Wawasan Nusantara Jadi Sorotan, Ketum Karang Taruna Karawang Ajak Pemuda Tetap Jaga Identitas Bangsa di Era Global

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:34

Dua Kali Dilaporkan, Kabel Semrawut di Warudoyong Utara Belum Ditangani, Warga Khawatir Terjadi Musibah

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:15

Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar

Senin, 20 April 2026 - 08:19

Karawang Disiapkan Jadi Pilot Project Biosaka, Targetkan Pertanian Modern Tanpa Konflik Sosial

Rabu, 8 April 2026 - 02:56

Pererat Sinergi, Lurah Palumbonsari Kunjungi Redaksi Lintaskarawang.com

Berita Terbaru