Karawang, Lintaskarawang.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor DPRD Kabupaten Karawang sempat diwarnai insiden kecil ketika oknum tak bertanggung jawab melempar botol kaca ke arah petugas yang berjaga. Kejadian tersebut sempat memicu kepanikan, namun situasi segera terkendali. Aksi kemudian berjalan kondusif hingga akhir dengan digelarnya “Sidang Rakyat” di halaman DPRD. Senin (1/9/2025)
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menegaskan komitmennya menjaga ketertiban. “Jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin membuat kerusuhan. Di sini banyak anak-anak dan perempuan, mari kita jaga kondusifitas,” seru salah seorang orator dari atas mobil komando.
Meski berjalan damai, para mahasiswa melayangkan ultimatum keras kepada DPRD Karawang. Mereka memberikan somasi 3×24 jam agar lembaga legislatif segera menyampaikan pernyataan terbuka atas tuntutan yang diajukan. Jika tidak, massa mengancam akan kembali dengan jumlah lebih besar. “Lebih dari 3 hari tidak ada transparansi, kami akan kepung DPRD Karawang dengan massa lebih banyak,” tegas orator aksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun tuntutan yang disampaikan mencakup kecaman terhadap praktik korupsi, penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, desakan agar DPRD lebih berpihak kepada kepentingan publik, serta meminta aparat yang bersikap represif terhadap demonstran untuk diadili.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut pemerintah daerah menyediakan lebih banyak lapangan kerja, pendidikan gratis, dan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, langsung menemui massa aksi bersama jajaran DPRD, Polres Karawang, dan Dandim 0604. Ia menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat Karawang akan ditindaklanjuti. “Walaupun sebagian tuntutan merupakan kewenangan pusat, kami tetap akan menyampaikan dan mengawal agar mendapat perhatian,” ujar Endang.
Usai aksi bubar dengan tertib, Bupati Karawang Aep Syaepuloh turut memberikan apresiasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah menjaga situasi Karawang tetap aman. “Terima kasih karena telah menjaga Karawang tetap kondusif. Perbedaan pendapat adalah hal wajar, yang penting aspirasi disampaikan secara damai,” kata Bupati.
Dengan berakhirnya aksi tersebut, situasi di sekitar kantor DPRD Karawang kembali normal. Masyarakat berharap dialog antara mahasiswa, DPRD, dan Pemkab dapat menghasilkan solusi nyata demi kepentingan rakyat. (LK)













Tinggalkan Balasan