Karawang | Lintaskarawang.com — Pernyataan pengelola Kawasan Industri Mitra (KIM) Kabupaten Karawang yang mengaitkan tingginya permintaan audiensi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan LSM dengan gangguan keamanan serta potensi terhambatnya investasi menuai kritik.
H. Ade Hidayat Ketua Umum F12 sekaligus bagian dari Forum Kutatandingan Karawang menilai pernyataan tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi stigma terhadap seluruh ormas dan LSM.
Menurutnya, apabila ada oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum atau mengganggu keamanan kawasan industri, pihak KIM seharusnya menyampaikan secara jelas siapa, apa persoalannya, serta berdasarkan data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan karena ada oknum, kemudian seluruh ormas dan LSM dicap sebagai penghambat investasi. Itu tidak tepat. Kalau memang ada pelanggaran, sebutkan secara terang dan tempuh jalur hukum,” tegas Ade Hidayat, Kamis (8/10/2026).
Ade menilai permintaan audiensi merupakan bagian dari mekanisme komunikasi antara masyarakat, organisasi sosial dan perusahaan. Persoalan tenaga kerja lokal, lingkungan, limbah, CSR hingga hubungan industri dengan masyarakat justru membutuhkan ruang dialog terbuka.
“Kalau setiap permintaan audiensi dianggap ancaman terhadap investasi, lalu masyarakat harus menyampaikan aspirasi melalui pintu mana?” ujarnya.
Ia menegaskan investasi memang harus dijaga, tetapi bukan berarti kontrol sosial harus dimatikan.
“Kawasan industri tidak boleh alergi terhadap kritik. Investasi harus aman, tetapi perusahaan juga harus transparan dan bertanggung jawab. Jangan gunakan isu investasi untuk membungkam kontrol sosial,” katanya.
Ade meminta KIM memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kalau KIM punya data tentang pihak yang dianggap mengganggu keamanan atau menghambat investasi, buka secara objektif. Jangan membuat pernyataan yang justru menimbulkan kesan seluruh ormas dan LSM adalah masalah,” pungkasnya.
(LK)













Tinggalkan Balasan