BBWS dan PJT II Normalisasi Saluran di RW 13, Eceng Gondok Diangkut Menggunakan Alat Berat

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 08:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II melakukan normalisasi saluran air di wilayah RW 13, Desa Rengasadengklok Selatan,Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, dengan mengerahkan alat berat jenis beko untuk mengangkat tumpukan eceng gondok yang menutupi aliran sungai.

Normalisasi dilakukan sebagai upaya memperlancar kembali aliran air yang selama ini tertutup oleh pertumbuhan eceng gondok. Tanaman liar tersebut memenuhi permukaan saluran sehingga menghambat arus air dan berpotensi menimbulkan penyumbatan.

Sebelumnya, pembersihan eceng gondok telah dilakukan secara manual selama beberapa hari oleh petugas. Namun, cara tersebut dinilai belum efektif karena jumlah eceng gondok yang menumpuk masih sangat banyak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mempercepat penanganan, BBWS dan PJT II menurunkan alat berat beko yang langsung mengeruk eceng gondok dari dalam saluran. Tumpukan tanaman kemudian dipindahkan ke tepi sungai agar aliran air kembali terbuka.

Baca Juga:  Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) akan mendatangi gedung DPR-RI.

Di lokasi kegiatan terlihat perwakilan BBWS, PJT II, jajaran WKR, Asisten Rengasdengklok H. Halimin, serta Mantri Pengairan H. Ari yang memantau jalannya proses normalisasi.

Penggunaan alat berat dinilai mampu mempercepat proses pembersihan dibandingkan metode manual. Dengan pengerukan tersebut, eceng gondok yang menutupi saluran dapat diangkat dalam jumlah yang lebih banyak.

Normalisasi ini bertujuan mengembalikan fungsi saluran irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian di wilayah Rengasdengklok tetap berjalan lancar serta mengurangi potensi genangan saat debit air meningkat.

Warga setempat menyambut baik kegiatan normalisasi tersebut dan berharap proses pengerukan terus dilakukan hingga seluruh eceng gondok terangkat, sehingga saluran kembali bersih, aliran air lancar, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat maupun para petani.

Penulis : Apih Kasur

Penyunting : Wahid

Berita Terkait

Proyek Sanitasi Ratusan Juta di Pajaten Jadi Sorotan, 23 Unit Dibangun, Papan Informasi Diduga Belum Terpasang
210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan
Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan
Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya
DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda
2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034
Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab
Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09

MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Berita Terbaru