DPRD Karawang Gelar RDP Bahas Dugaan Oil Spill di Ciparage dan Cemarajaya, Tim Investigasi Dibentuk

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas dugaan pencemaran tumpahan minyak (oil spill) yang terjadi di kawasan pesisir Pantai Ciparage dan Pantai Cemarajaya, Kabupaten Karawang.

RDP tersebut berlangsung di Ruang Rapat I Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (1/9/2026), dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), serta perwakilan masyarakat nelayan.

Unsur nelayan yang hadir di antaranya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), dan Forum Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (FK PPMP).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak terhadap Nelayan Jadi Perhatian

Dalam RDP, Komisi III DPRD Karawang membahas dampak dugaan pencemaran terhadap kondisi lingkungan pesisir sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Material berwarna hitam yang diduga menyerupai minyak mentah dilaporkan ditemukan di sejumlah kawasan pesisir. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu ekosistem laut serta aktivitas nelayan yang menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan di perairan Karawang.

Komisi III meminta penanganan dilakukan secara cepat dan terukur, termasuk memastikan sumber material yang mencemari wilayah pesisir dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami ingin memastikan penanganan berjalan cepat agar dampak lingkungan tidak meluas dan nasib ekonomi para nelayan segera mendapat kejelasan,” ujar perwakilan pimpinan rapat.

Baca Juga:  Biaya Ojek Online Gabah di Jatisari Melonjak, Jalan Rusak Jadi Penyebab !

PHE ONWJ Klaim Tidak Menemukan Kebocoran

Sementara itu, perwakilan PHE ONWJ menyampaikan hasil pemeriksaan internal terhadap fasilitas operasional yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Berdasarkan patroli udara serta pemeriksaan terhadap sistem pipa dan fasilitas produksi di area terdekat, PHE ONWJ menyatakan tidak menemukan kebocoran maupun anomali operasional pada fasilitas dan manifol yang diperiksa.

Meski demikian, PHE ONWJ menyatakan tetap berkomitmen melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan dan menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Tim Investigasi Dibentuk

Untuk memastikan sumber pencemaran tidak hanya berdasarkan dugaan, Komisi III DPRD Karawang menyepakati pembentukan tim investigasi yang melibatkan sejumlah unsur terkait.

Tim tersebut akan dikoordinasikan oleh DLH Kabupaten Karawang dengan melibatkan unsur penegak hukum serta perwakilan masyarakat.

Tim investigasi akan melakukan pengambilan sampel material di lokasi terdampak untuk selanjutnya dilakukan pengujian laboratorium. Selain itu, penelusuran juga akan dilakukan terhadap kemungkinan sumber pencemaran, termasuk aktivitas kapal tanker maupun kegiatan industri lain di sekitar perairan Laut Jawa.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai karakteristik material yang ditemukan sekaligus membantu mengidentifikasi sumber pencemaran secara ilmiah.

Komisi III DPRD Karawang menegaskan akan mengawal proses penanganan hingga diperoleh hasil investigasi yang transparan. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan perlindungan terhadap lingkungan pesisir sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat nelayan yang terdampak.

(LK)

Berita Terkait

Hari Tani Nasional, PPTK dan SETAKAR Desak Pemblokiran SHGB Perusahaan di Kawasan Hutan KIIC
Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Optimalkan Kolaborasi, DPRD dan Pemkab Karawang Gelar Paripurna Istimewa HUT ke-393
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:26

Disnakertrans Karawang dan Polban Gelar Pelatihan Servis AC Mobil untuk Alumni BLK

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:27

Pendampingan UMKM Mentorship 2026 di Rawamerta Di Gelar, Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha agar Naik Kelas.

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:10

ORMAS/LSM Karawang Soroti Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah B3 CATL, Perusahaan Lokal Merasa Tersisih

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:36

Mr Kim Desak Pemkab Karawang Tindak Tegas Alfamart Kalijaya, Soroti Dugaan Manipulasi Persetujuan Lingkungan

Senin, 11 Mei 2026 - 14:12

KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak

Rabu, 29 April 2026 - 01:40

Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik

Senin, 20 April 2026 - 09:20

Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang

Rabu, 15 April 2026 - 07:17

Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan

Berita Terbaru