Polsek Purwasari Evakuasi Mayat yang Diduga Tunawisma

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 09:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com Kepolisian Sektor Purwasari, Polres Karawang, mengevakuasi sesosok mayat yang diduga merupakan seorang tunawisma. Mayat tersebut ditemukan oleh warga pada Rabu, 24 September 2025, sekitar pukul 05.00 WIB.

Jenazah pria tak dikenal itu ditemukan di tepi Jalan Purwasari–Cikampek, tepatnya di bekas area parkir motor milik Pamidu, RT 02/01, Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang pengurus kebun yang tengah melintas di lokasi tersebut, lalu segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah menerima laporan dari warga, Kapolsek Purwasari Ipda Herawati bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Karawang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi, kemudian identifikasi awal serta mengevakuasi jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Baca Juga:  Dugaan Kekerasan Fisik Terhadap Anak di Kutawaluya, Polisi Terima Laporan Warga

Ia menambahkan bahwa korban diketahui berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan keterangan saksi, korban telah terlihat berada di sekitar area tersebut selama kurang lebih satu bulan dan hidup seorang diri. Untuk sementara, korban diduga bukan merupakan warga Desa Tamelang.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban kemungkinan adalah seorang tunawisma yang telah lama menetap di wilayah tersebut. Saat ini, jenazah telah dibawa ke RSUD Karawang untuk proses identifikasi dan visum.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Purwasari mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui identitas korban agar segera menghubungi Polsek Purwasari guna proses identifikasi lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil visum dan akan terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian korban,” tambahnya.

(Wahid)

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Truk Muatan Minyak Sayur Terguling di Jalur Pantura, Arus Lalu Lintas di Jatisari Macet Panjang
Polemik Limbah PT MIM Diseret ke Ranah Hukum, Askun: Kades Tak Berwenang Intervensi B2B
Diduga Disunat, Bantuan Bibit Padi di Rengasdengklok Malah Jadi Beras
Berita ini 14 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru