Karawang, Lintaskarawang.com – Aktivis pemuda Karawang, Nurdin Syam, yang akrab disapa Mr. KiM, melontarkan peringatan keras kepada perusahaan-perusahaan di kawasan industri Kabupaten Karawang agar mematuhi aturan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Pernyataan tegas itu disampaikan dalam Forum Diskusi Publik bertema Paradoks Industri dan Pengangguran di Kabupaten Karawang, yang digelar pada Jumat (15/08) di Rumah Makan Lebak Sari Indah (LSI), Karawang. Acara ini mempertemukan berbagai tokoh dari lintas elemen: aktivis, mahasiswa, pengamat kebijakan publik, hingga Ketua DPRD Kabupaten Karawang.
Mulai besok, perusahaan di Karawang harus tunduk pada Perda Nomor 1 Tahun 2011, dengan memprioritaskan putra-putri Karawang dalam proses perekrutan. Tidak ada lagi alasan tegas Mr. KiM yang juga bertindak sebagai ketua panitia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironi di Tengah Kawasan Industri Raksasa
Karawang yang dikenal sebagai lumbung padi nasional sekaligus pusat kawasan industri multinasional, menyimpan ironi besar tingginya angka pengangguran lokal, meskipun jumlah pabrik dan perusahaan terus bertambah.
Situasi ini menjadi pemantik perdebatan panas namun tetap kondusif dalam forum tersebut. Diskusi mengupas tuntas persoalan ketenagakerjaan lokal yang dinilai kian terpinggirkan oleh sistem perekrutan tenaga kerja yang tidak transparan.
Kita pernah lihat ada sampai 90 bus membawa pekerja dari luar daerah. Itu tidak boleh terjadi lagi. Kita akan terus bersuara sampai angka pengangguran di Karawang turun drastis,” ujar Mr. KiM penuh semangat.
Sorotan Tajam untuk HRD dan Perusahaan
Dalam diskusi itu, hadir sejumlah tokoh penting di antaranya
Kang Ais– Pengamat ketenagakerjaan & penggagas Perda
Kang Emay Ahmad Machi – Tokoh muda & pemerhati kebijakan publik
Bang Tejo – Ketua Barisan Rakyat Karawang (BARAK)
Kang Abda Khair Mufti – Praktisi lingkungan & advokat dampak industri
Ahmad Jubaedin, S.Ag., S.H.– Tokoh hukum & sosial
Hendri Iwan Pradipto – Ketua Asosiasi HRD & GA Karawang
H. Endang Sodikin – Ketua DPRD Kabupaten Karawang
Diskusi berlangsung dinamis, dengan para narasumber memberikan pandangan tajam terhadap lemahnya pengawasan atas praktik rekrutmen di kawasan industri.
Mr. KiM juga mendesak agar kebutuhan tenaga kerja disampaikan secara terbuka melalui Dinas Tenaga Kerja, bukan melalui jalur tertutup atau diam-diam.
Tindak Lanjut: Lomba Jurnalis dan Diskusi Lanjutan
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Mr. KiM menyatakan akan menggelar diskusi lanjutan bertepatan dengan Hari Milad Karawang, serta meluncurkan lomba menulis berita untuk wartawan lokal, dengan hadiah utama satu unit motor.
Harapan saya sederhana: Karawang bebas dari pengangguran. Ini bukan sekadar harapan, tapi perjuangan yang harus terus disuarakan bersama,” pungkasnya. (Fitri)












