Praktisi Hukum Ujang Suhana: Kemerdekaan Bukan untuk Korupsi, Tapi untuk Kemakmuran Rakyat

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 06:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, praktisi hukum Ujang Suhana, SH, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukanlah untuk dinikmati oleh segelintir oknum pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, yang memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri melalui korupsi. Menurutnya, kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat dan harus diwujudkan dalam bentuk kesejahteraan yang merata.

“Negara Indonesia merdeka sebagai negara kaya raya, tapi rakyatnya miskin karena kekayaan alamnya dikorupsi oleh para pejabatnya. Kemerdekaan bukan hanya tentang merdeka dari penjajahan, tapi juga merdeka dari korupsi yang menggerogoti kekayaan alam kita,” tegas Ujang, Senin (11/8).

Ujang mengkritisi keras kebijakan oknum pejabat yang memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk memperkaya diri. Ia menyebut, peringatan HUT RI seharusnya menjadi momen rasa syukur atas kekayaan alam yang dimiliki bangsa, bukan ajang korupsi yang justru menguras harta negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemerdekaan sejati adalah ketika kekayaan alam digunakan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir orang,” ujarnya.

Dalam pandangannya, kemerdekaan di usia 80 tahun ini harus dimaknai lebih luas. Tidak hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan dari kemiskinan, ketakutan, dan penindasan. Kemerdekaan juga berarti kesempatan bagi seluruh rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik, ekonomi, dan sosial tanpa diskriminasi.

Baca Juga:  LSM GMBI KSM Klari Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Lintas Jalur PJT II di Kecamatan Klari dan Ciampel

Ujang juga menyoroti masih maraknya praktik korupsi di kalangan pejabat dan anggota DPR RI. Ia menilai, meskipun telah ada upaya pemberantasan korupsi melalui lembaga seperti KPK, langkah yang dilakukan masih jauh dari kata maksimal. “Pejabat dan DPR RI harus bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel dalam mengelola kekayaan negara. Pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tema HUT RI ke-80, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju, hanya akan menjadi slogan kosong jika tidak diiringi dengan tindakan nyata memberantas korupsi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memastikan kesejahteraan rakyat. “Sumber daya alam kita melimpah. Kalau dikelola dengan benar, rakyat pasti makmur,” tambahnya.

Ujang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kemerdekaan ini sebagai momentum refleksi dan perbaikan. “Merdeka bukan hanya tentang tanggal, tapi tentang kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak lagi menderita akibat korupsi dan penindasan,” ujarnya.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa integritas dan transparansi dalam pemerintahan adalah syarat mutlak untuk mencapai hakikat kemerdekaan yang sebenarnya. “Kita harus bersama-sama memastikan kekayaan alam kita digunakan untuk rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir orang. Itulah arti kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkas Ujang. (LK)

Berita Terkait

Bupati Aep Wujudkan Janji, Modul Belajar Gratis Hadir untuk Siswa SD dan SMP se-Karawang
Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok Bersama Masyarakat dan Mahasiswa KKN Unsika Gelar Kerja Bakti Bersihkan Eceng gondok
Tasyakuran Milad Karang Taruna Guruh Raja Gumilang Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial dan Persatuan Pemuda
Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Telukbango, Tegaskan Pengawasan Anggaran Harus Berdampak untuk Masyarakat.
Serap Aspirasi Warga Rengasdengklok, Pipik Taufik Tegaskan Pengawasan Anggaran Harus Berdampak Nyata
NOBAR JUARA Gairahkan Ekonomi Karawang, Pemkab Bidik Transaksi UMKM Tembus Rp1 Miliar Selama Piala Dunia 2026
Dewan Pakar angkat Bicara: Hilangnya Anggota Karang Taruna Tamelang Jadi Demokrasi
Respons Cepat Bupati Aep, SDN Cicinde Utara II yang Atapnya Ambruk Dipastikan Dibangun Kembali
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:07

Bhikkhu dan Puluhan Samanera Gelar Pindapata di Vihara Buddha Loka Karawang, Pererat Kebersamaan Umat

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:26

Cetya Hian Thian Kiong Karawang Peringati Tahun Baru Islam 1448 H dengan Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:33

Iduladha 1447 H, Masjid Al-Ikhlas Grand Kedung Waringin Bagikan Daging Kurban dari 2 Sapi dan 5 Domba kepada Warga

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:28

Umat Buddha di Karawang Gelar Fang Shen dan Aksi Ekoteologi di Sungai Leuweung Sereuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:17

Ratusan Umat Buddha dari Tangerang Kunjungi Karawang, Vihara Buddha Loka Jadi Pusat Kegiatan Spiritual

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:25

Wabup Karawang Terima Kunjungan Waketum Partai NasDem, Resmikan Ruang Belajar Baru di Ponpes Annihayah

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:38

Pengajian Akbar Isra Mi’raj Digelar di GOR Disdikbud Karawang, Perkuat Iman dan ASN Berakhlak

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:51

Warga Plawad Arevo Gelar Peringatan Isra Mi’raj, Dorong Muhasabah dan Penguatan Iman

Berita Terbaru