Karawang, Lintaskarawang.com – Menyikapi laporan warga terkait adanya dugaan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun Ondang 1 dan Chikungunya di Dusun Tegalwaru, Bidan Desa Tegalwaru, Astri Yuliastri, bersama pihak Puskesmas Cilamaya Wetan, aparat Desa Tegalwaru, Karang Taruna Desa Tegalwaru, Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan, serta Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, bergerak cepat melakukan fogging pada Kamis-Jumat, 29-30 Mei 2025.
Menurut Astri, fogging dilakukan sebagai langkah awal untuk menekan penyebaran penyakit yang ditandai dengan gejala demam tinggi, nyeri persendian, dan ruam merah di kulit, yang telah banyak dialami warga dalam beberapa minggu terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak mematikan jentik. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk memutus rantai penularan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain fogging, kami terus mengimbau warga agar meningkatkan kebersihan lingkungan. Jangan biarkan ada genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk. Kita harus bersama-sama mencegah penyebaran penyakit ini,” ujar Astri Yuliastri.
Kepala Desa Tegalwaru, Euis Herawati, juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam kegiatan ini. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan, Karang Taruna Desa Tegalwaru, Puskesmas Cilamaya Wetan, dan Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang atas dukungan dan kerja samanya.
“Kegiatan fogging ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah semakin banyaknya warga yang mengalami sakit dengan gejala demam tinggi, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Sebagai bentuk tanggung jawab kami di pemerintahan desa, kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan gerak cepat dalam mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Euis Herawati.
Lebih lanjut, Kepala Desa Euis Herawati menegaskan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap program serupa dapat terus dilakukan, seiring dengan upaya mereka menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
“Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama dan kepedulian semua pihak. Semoga ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit,” pungkas Euis Herawati. (LK)













Tinggalkan Balasan