Bahayanya Playing Victim dalam Dunia Politik

- Penulis

Rabu, 3 Juli 2024 - 01:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahab kiri Mr Kim kanan

Wahab kiri Mr Kim kanan

Karawang, Lintaskarawang.com – Rabu 3 Juli 2024. Gejolak politik mulai terasa, meskipun pilkada masih beberapa bulan lagi. Sejumlah strategi mulai disusun oleh partai politik maupun bakal calon yang akan mengikuti kontestasi politik. Banyak cara yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan politik, salah satunya adalah strategi playing victim.

Secara umum, playing victim adalah sebuah perilaku seseorang yang sering melemparkan kesalahan pada orang lain. Pelemparan kesalahan ini biasanya dilakukan untuk menutupi kekurangan bahkan kesalahan yang berasal dari diri sendiri. Pelaku playing victim biasanya akan menempatkan diri sebagai korban, sedangkan orang lain yang ia tunjuk adalah mutlak sebagai pelaku.

Playing victim biasanya dilakukan tidak secara objektif. Orang tersebut akan menyebutkan kebenaran versinya sendiri untuk menuding bahwa orang yang dituding sangat bersalah. Mereka akan berusaha sekuat tenaga merebut simpati orang-orang di sekitarnya dengan cara memelas atau membuat seolah-olah dirinya berada pada kondisi buruk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk melancarkan upaya playing victim, orang tersebut akan memanipulasi berbagai hal mulai dari perasaannya sendiri, perilaku, dan lain-lain. Pelaku akan membuat targetnya semakin merasa bersalah dengan kondisi yang menimpa dirinya. Bahkan, jika perlu, mereka akan melebih-lebihkan banyak hal demi melancarkan upaya mereka.

Perilaku ini tentu tidak dibenarkan secara moral, namun masih ada orang yang mencari pembenaran atas perilaku ini. Perilaku playing victim sengaja digunakan untuk menunjukkan citra ke publik sebagai pihak yang menjadi korban atas sistem yang seolah sengaja dibentuk untuk menjatuhkan lawan politik.

Baca Juga:  Silaturahmi PKB dan PDIP, Langkah Menuju Pilkada yang Bersatu

Menurut Mr Kim dan Wahab pemerhati politik yang kerap muncul di media sosial dengan kritikan tajam namun kocak,”Strategi playing victim memang dapat menarik simpati publik dalam jangka pendek. Namun, jika masyarakat menyadari manipulasi ini, efek jangka panjangnya bisa sangat merugikan bagi pelaku itu sendiri. Kredibilitas dan integritas mereka akan dipertanyakan.”

Bukan hanya dari sisi moral, dampak playing victim juga bisa memicu ketidakstabilan politik. “Ketika satu pihak terus-menerus memainkan peran sebagai korban, bisa terjadi polarisasi di masyarakat. Ini dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tambah mereka.

Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya pendidikan politik yang baik untuk masyarakat. “Masyarakat harus diajarkan untuk lebih kritis dan tidak mudah terbawa oleh permainan emosi seperti playing victim. Dengan begitu, kita bisa menciptakan iklim politik yang sehat dan beradab,” tutupnya.

Dengan demikian, meskipun strategi playing victim mungkin tampak efektif untuk sementara waktu, risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Masyarakat dan pelaku politik diharapkan dapat lebih bijak dalam berperilaku dan tidak terjebak dalam permainan manipulasi yang merugikan semua pihak. (Ddg)

Berita Terkait

Semarak Jelang Kedatangan Jokowi, 8.000 Mangkuk Bakso Gratis Disiapkan untuk Warga
66 TAHUN KARANG TARUNA: DARI GERAKAN SOSIAL MENUJU GERAKAN BERDAMPAK
Ngariung bareng ratusan Ema Ema makan baso bersam simpatisan di Babakan Banten 
Marjono Resmi Nyatakan Maju Pilkades Sumber Urip, Usung Misi Benahi Infrastruktur hingga Pelayanan Publik
Warga Karyasari, Bos Alvin Siapkan Lele Konsumsi, Ayam Kampung KUB, hingga Entok untuk Berbagai Kebutuhan
Cangkul, Caping, dan Harapan di Lahan 2 Hektare Karawang: Petani Bertahan di Tengah Minimnya Alat dan Irigasi
Penutupan Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Karawang Serahkan SK PAC hingga Koordinator Anak Ranting
Alarm Lingkungan dari Ruang Budaya: Kang Cucu Siapkan Rilis “Patanjala”, Seruan Menjaga Aliran Air Karawang
Berita ini 11 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru