Nasib Malang Petani Desa Mulyajaya: 250 Hektare Sawah Gagal Panen Akibat Hama Tikus

- Penulis

Selasa, 3 September 2024 - 03:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, lintaskarawang.com – 3 September 2024. Nasib malang menimpa para petani di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Di tengah mahalnya harga beras, mereka justru tak bisa menikmati keuntungan dari hasil panen mereka. Pasalnya, ratusan hektare lahan pertanian di desa ini diserang oleh hama tikus yang mengganas, menyebabkan gagal panen di 250 hektare lahan padi.

Serangan hama tikus ini telah memicu keresahan di kalangan petani yang mengandalkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para petani mengaku tak berdaya menghadapi serangan hama yang merusak tanaman mereka dan mengakibatkan kerugian besar.

Kepala Desa Mulyajaya, H. Endang, mengungkapkan kepedihan dan kekhawatirannya terhadap dampak yang ditimbulkan oleh serangan hama tikus tersebut. “Kami sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah, terutama dari Dinas Pertanian, untuk turun ke lapangan dan membantu kami menangani masalah ini. Kerugian yang dialami petani sangat besar, dan kami butuh dukungan segera untuk mencari solusi dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” ujarnya.

Serangan hama tikus ini tidak hanya mengancam kelangsungan hidup para petani, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan di desa tersebut. Dengan luasnya areal yang terdampak, para petani khawatir jika tidak ada tindakan cepat dari pihak berwenang, masa depan hasil panen mereka akan semakin suram.

Masyarakat dan para petani kini menaruh harapan besar pada Dinas Pertanian agar segera merespons situasi ini dengan mengirimkan tim untuk melakukan penilaian serta memberikan bantuan teknis. Solusi pengendalian hama yang efektif sangat diperlukan untuk membantu memulihkan kondisi persawahan dan meringankan beban para petani yang kini berada dalam situasi sulit.

Desa Mulyajaya memerlukan perhatian serius dari pemerintah agar bencana serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, dan para petani dapat kembali meraih hasil panen yang memadai untuk kelangsungan hidup mereka. (Andi Ayu)

Berita Terkait

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!
Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi
Berita ini 33 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:44

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:59

Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:45

DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:11

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:25

Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:14

Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:06

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa dan Perkuat Penanganan Krisis Air

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:50

Bukan Sekadar Simbol Sejarah, Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Buktikan Perawatan Nyata Sejak 2019

Berita Terbaru