Naik Kelas, Produk UMKM Karawang Berhasil Menembus Jaringan Ritel Modern Alfamart

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 05:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anne, pelaku UMKM asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berbekal semangat dan tekad untuk mengembangkan usahanya, ia merintis produk camilan khas bernama Paprika Kacang Goreng, makanan ringan berbahan kacang dengan balutan bumbu gurih manis yang cocok menjadi teman bersantai maupun sajian di rumah dan kantor.

Anne, pelaku UMKM asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berbekal semangat dan tekad untuk mengembangkan usahanya, ia merintis produk camilan khas bernama Paprika Kacang Goreng, makanan ringan berbahan kacang dengan balutan bumbu gurih manis yang cocok menjadi teman bersantai maupun sajian di rumah dan kantor.

Karawang | Lintaskarawang.com — Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melihat produknya dikenal luas dan dipasarkan di jaringan ritel modern merupakan impian yang ingin diwujudkan. Beragam cara dilakukan, mulai dari mengikuti pameran, bazar, memasarkan secara daring, hingga menawarkan produk langsung ke berbagai toko dan ritel. Namun, tidak semua pelaku usaha mampu menembus pasar modern yang memiliki standar kualitas dan kelayakan produk yang ketat.

Hal itu pula yang dirasakan oleh Anne, pelaku UMKM asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berbekal semangat dan tekad untuk mengembangkan usahanya, ia merintis produk camilan khas bernama Paprika Kacang Goreng, makanan ringan berbahan kacang dengan balutan bumbu gurih manis yang cocok menjadi teman bersantai maupun sajian di rumah dan kantor.

Usaha yang dirintisnya sejak 2019 tersebut berawal dari skala rumahan dengan pemasaran yang sangat terbatas. Kini, produknya telah hadir di sejumlah gerai Alfamart di wilayah Kabupaten Karawang dan dapat dijangkau lebih mudah oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan menuju rak ritel modern tentu bukan hal yang mudah. Pada masa awal merintis usaha, Anne mengaku harus menawarkan produknya dari satu warung ke warung lainnya, menitipkan dagangan kepada toko oleh oleh juga di bantu oleh reseller dan agen, hingga mengikuti berbagai pameran dan bazar UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen.

“Awalnya saya menawarkan produk ke warung-warung kecil, kerabat, dan lingkungan pertemanan. Saya juga mengikuti pameran dan bazar untuk memperkenalkan produk. Saya paham bahwa untuk bisa masuk ke ritel modern seperti Alfamart ada standar yang harus dipenuhi. Dari situ saya mulai belajar dan mencari tahu apa saja yang perlu dipersiapkan agar produk saya bisa diterima,” ujar anne mengenang perjuangannya.

Kesempatan untuk memperluas pasar kemudian mendorongnya terus berbenah. Ia mulai mengikuti berbagai pelatihan dan program kurasi produk, salah satunya dari Alfamart. Sedikit demi sedikit, hasil usaha yang diperoleh digunakan untuk melengkapi perizinan usaha, sertifikasi halal, hingga memperbaiki desain kemasan agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Baca Juga:  NOBAR JUARA Gairahkan Ekonomi Karawang, Pemkab Bidik Transaksi UMKM Tembus Rp1 Miliar Selama Piala Dunia 2026

Baginya, masuk ke jaringan ritel modern bukan hanya tentang penjualan, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan atas kualitas produk yang selama ini dibangun.

“Sebagai pelaku usaha kecil, tentu saya ingin produk ini dikenal lebih luas oleh masyarakat. Karena itu saya terus berusaha meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan legalitas usaha. Alhamdulillah, setelah melalui proses tersebut, sekarang produk saya sudah tersedia di Alfamart,” katanya.

Lebih dari sekadar membuka akses pasar, Anne menilai kehadiran Alfamart turut memberikan pendampingan yang membantu pelaku UMKM memahami standar yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar modern.

“Saat saya mengajukan produk ke Alfamart, saya mendapat banyak masukan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki. Dari situ saya jadi belajar dan memahami standar yang harus dipenuhi. Jadi bukan hanya menjual produk, tetapi juga membantu mengedukasi kami sebagai pelaku UMKM,” ujarnya.

Kini, produk-produk yang dikembangkan oleh Anne telah hadir di gerai Alfamart, dengan total sebanyak empat varian yang dapat dijangkau oleh konsumen.

Di Kabupaten Karawang sendiri, sejumlah produk UMKM lokal telah berhasil masuk ke jaringan gerai Alfamart. Kehadiran produk-produk lokal di rak toko modern menjadi bukti bahwa UMKM daerah memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan bersaing.

Alfamart terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan dan perluasan akses pasar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan manajemen ritel modern, kurasi produk, pendampingan perizinan, hingga membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk dipasarkan melalui jaringan gerai Alfamart yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui semangat #TumbuhBersama, Alfamart terus berkomitmen menjadi bagian dari perjalanan UMKM untuk naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan. Tidak hanya membuka akses pemasaran, Alfamart juga berupaya membantu para pelaku UMKM memahami kebutuhan pasar modern sehingga produknya semakin kompetitif dan memiliki peluang pertumbuhan yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha seperti Anne, kesempatan untuk memasarkan produk melalui jaringan Alfamart menjadi momentum penting dalam mengembangkan usaha sekaligus membuktikan bahwa produk UMKM lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing dan mendapat tempat di pasar modern.

(LK)

Berita Terkait

Audiensi Memanas! Dugaan Mobil Aset Desa Klari Dijaminkan ke Adira, Warga Desak Kades Buka Suara
Harga Makam Naik 20 Kali Lipat dalam 17 Tahun, Keluarga Mulai Siapkan Lahan Sejak Dini
Sama-Sama Menyampaikan Informasi, JBN Karawang Jelaskan Perbedaan Pers dan Konten Kreator
Pemdes Rengasdengklok Selatan Tunjukkan Kepedulian, Limbah Eceng Gondok Mulai Diangkut
Perlunya Melibatkan Pers dalam Tim Pembangunan Daerah, Ini Dasarnya..
Menangis Minta Dipulangkan dari Qatar, Rena Asal Karawang Mengaku Diminta Bayar Rp50 Juta
Cegah Luapan Air ke Permukiman, RT dan Warga Warudoyong Selatan Gelar Kerja Bakti
Bukan Sekadar Klarifikasi! 234 SC Minta Dugaan Insiden Kimia Pindo Deli II Diusut Tuntas
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:31

Audiensi Memanas! Dugaan Mobil Aset Desa Klari Dijaminkan ke Adira, Warga Desak Kades Buka Suara

Kamis, 5 November 2026 - 05:06

Harga Makam Naik 20 Kali Lipat dalam 17 Tahun, Keluarga Mulai Siapkan Lahan Sejak Dini

Kamis, 5 November 2026 - 05:00

Naik Kelas, Produk UMKM Karawang Berhasil Menembus Jaringan Ritel Modern Alfamart

Senin, 2 November 2026 - 12:38

Sama-Sama Menyampaikan Informasi, JBN Karawang Jelaskan Perbedaan Pers dan Konten Kreator

Minggu, 1 November 2026 - 11:12

Perlunya Melibatkan Pers dalam Tim Pembangunan Daerah, Ini Dasarnya..

Minggu, 1 November 2026 - 08:28

Menangis Minta Dipulangkan dari Qatar, Rena Asal Karawang Mengaku Diminta Bayar Rp50 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:11

Cegah Luapan Air ke Permukiman, RT dan Warga Warudoyong Selatan Gelar Kerja Bakti

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:33

Bukan Sekadar Klarifikasi! 234 SC Minta Dugaan Insiden Kimia Pindo Deli II Diusut Tuntas

Berita Terbaru