Karawang | Lintaskarawang.com – Gelombang kecaman terhadap dugaan penculikan, penyekapan, penganiayaan, hingga ancaman pembunuhan yang dialami Hendro alias Kodok, pengurus Karang Taruna Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, terus menguat. Kali ini, suara lantang datang dari Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi PDI Perjuangan yang juga pengurus Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. Anwar Hidayat, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Dede Anwar, pada Sabtu, (27/06/2026).
Dede Anwar menegaskan bahwa tindakan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut rasa aman masyarakat serta wibawa penegakan hukum.
“Keadilan bukan hanya tentang menghukum pelaku, tetapi juga memastikan setiap manusia merasa aman, dihargai, dan dilindungi oleh hukum,” tegas Dede Anwar. la juga mendesak aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa yang menimpa pengurus Karang Taruna tersebut dan menangkap seluruh pelaku tanpa pandang bulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Usut tuntas dan tangkap pelaku penculikan, penganiayaan, dan ancaman pembunuhan kepada Pengurus Karang Taruna Tamelang,” ujarnya.
Kasus yang menjadi sorotan publik ini bermula dari dugaan penculikan, penyekapan, serta penganiayaan terhadap Hendro alias Kodok. Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga para wakil rakyat yang menilai tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan menjadi preseden buruk di Kabupaten Karawang.
Menurut Dede Anwar, proses hukum yang transparan dan profesional menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. la berharap penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengungkap motif serta aktor intelektual apabila memang ditemukan keterlibatan pihak lain.
Desakan yang terus berdatangan menunjukkan bahwa publik menaruh perhatian besar terhadap kasus ini. Masyarakat kini menanti langkah konkret aparat kepolisian dalam mengungkap fakta di balik dugaan penculikan tersebut sekaligus memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Kasus ini pun menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum di Karawang. Di tengah derasnya tuntutan keadilan, masyarakat berharap tidak ada ruang bagi praktik intimidasi maupun kekerasan terhadap siapa pun, terlebih terhadap aktivis kepemudaan yang menjalankan peran sosial di tengah masyarakat. Publik kini menunggu, apakah proses hukum akan mampu menjawab harapan tersebut dengan mengungkap seluruh fakta secara terang benderang. (LK)













Tinggalkan Balasan