Sosialisasi Biosaka Berlanjut di Hari Kedua, Pemanfaatan Diperluas di Tiga Wilayah Karawang

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 14:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: M. Anshar penemu Biosaka saat sosialisasi di Pemerintah Daerah Karawang

Poto: M. Anshar penemu Biosaka saat sosialisasi di Pemerintah Daerah Karawang

Karawang | Lintaskarawang.com – Sosialisasi Biosaka Level N1 Aktivasi 6 memasuki hari kedua, dalam kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya di Desa Tirtamulya, dengan fokus memperluas pemanfaatan Biosaka di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, pada Selasa, (21/04/26).

Pada titik kedua, kegiatan digelar di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, dan dihadiri Kepala Desa Kalijati Deny Supriyatna, penemu Biosaka M. Anshar, Tim Relawan Biosaka Karawang yang terdiri dari Yayan Sofyan, Restu Kurnia P., Thony Syaepuloh, Eko Murbiyanto, dan H. Tata, serta Kelompok Tani setempat.

Selanjutnya, sosialisasi berlanjut ke titik ketiga di Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, peternak sapi dan bebek, serta pelaku usaha lokal seperti pabrik tahu. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya minat lintas sektor terhadap penerapan Biosaka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada titik keempat, tim melakukan kunjungan dan dialog bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, pertemuan ini dihadiri Asisten Daerah I/Kepala Bappeda Karawang M. Ridwan Salam, Sekretaris Dinas Pertanian Angga, M. Anshar, serta Tim Relawan Biosaka Karawang.

Dalam keterangannya, M. Anshar menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap konsep Biosaka sangat positif.

“Hari ini kami mengunjungi tiga desa dan disambut dengan antusias yang luar biasa dari masyarakat, hal ini karena konsep yang kami tawarkan berbeda, yakni lebih instan, efektif, efisien, serta jauh lebih murah dibandingkan metode budidaya pertanian pada umumnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim 9 Dibentuk, Warga Plawad Siap Gelar Pemilihan Ketua RW

Selain sosialisasi, tim juga menggelar diskusi bersama pemerintah daerah, termasuk kolaborasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dengan pembahasan difokuskan pada konsep Biosaka serta implementasinya di lapangan sebagai solusi pengembangan sektor pertanian.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah upaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian melalui pendekatan yang lebih modern dan efisien.

Hasil diskusi tersebut rencananya akan ditindaklanjuti melalui penerapan skala demplot agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

M. Anshar juga menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan penerimaan yang baik dari masyarakat serta berharap program ini dapat menjadi perhatian bersama bagi para petani dan relawan di Karawang maupun Jawa Barat secara umum,” tambahnya.

Melalui program ini, diharapkan akan lahir petani-petani muda dengan pola kerja yang lebih cerdas, biaya produksi rendah, namun tetap mampu menghasilkan produk berkualitas.

Selain itu, Biosaka juga dinilai mampu mendorong pemanfaatan sumber daya lingkungan untuk menciptakan pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami juga telah menjalin komunikasi dengan para kepala desa di wilayah Kabupaten Karawang, dan alhamdulillah mendapat respons yang sangat antusias,” pungkasnya.

Penulis: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Incumbent Juhendi Sinyalkan Maju Lagi di Pilkades Karanghaur
Sudah Jalan Seminggu, Proyek Irigasi di Pedes Tiba-Tiba Terhambat, Ada Apa?
Dikepung Massa GMPI! DPRD Karawang Didesak Buka-bukaan Soal Parkir dan Pokir
PAUD Nurul Hidayah Raih Juara 1 Tingkat Jabar, Kades Karang Sambung: Kebanggaan Menuju Nasional
FAOIKB Apresiasi PHRI, Dorong Penertiban THM Tak Berizin di Karawang
JKC Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Bukan Ormas dan Perkuat Peran Sosial Warga
‎WFH Bukan Libur, Pemkab Karawang Wajibkan Pegawai Tetap “On Call” dan Larang Mudik
Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:40

Sudah Jalan Seminggu, Proyek Irigasi di Pedes Tiba-Tiba Terhambat, Ada Apa?

Rabu, 22 April 2026 - 04:50

Dikepung Massa GMPI! DPRD Karawang Didesak Buka-bukaan Soal Parkir dan Pokir

Selasa, 21 April 2026 - 14:18

Sosialisasi Biosaka Berlanjut di Hari Kedua, Pemanfaatan Diperluas di Tiga Wilayah Karawang

Selasa, 21 April 2026 - 07:55

PAUD Nurul Hidayah Raih Juara 1 Tingkat Jabar, Kades Karang Sambung: Kebanggaan Menuju Nasional

Senin, 20 April 2026 - 15:14

FAOIKB Apresiasi PHRI, Dorong Penertiban THM Tak Berizin di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 11:23

JKC Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Bukan Ormas dan Perkuat Peran Sosial Warga

Jumat, 17 April 2026 - 10:29

‎WFH Bukan Libur, Pemkab Karawang Wajibkan Pegawai Tetap “On Call” dan Larang Mudik

Senin, 13 April 2026 - 05:06

Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru