Kritik Tajam untuk Proyek Depan Resinda, Warga: Jangan Korbankan Keselamatan Demi Pembangunan

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 12:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pemandangan memprihatinkan tampak di sekitar kawasan Jalan Raya depan Mall Resinda hingga sekitarnya. Tanah berserakan di badan jalan, diduga kuat berasal dari jatuhan muatan dump truck proyek pembangunan di samping Bank BCA yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. Kondisi ini menuai kritik tajam dari masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Menurut keterangan sejumlah pengendara motor, tanah yang tercecer itu tidak hanya menimbulkan debu tebal saat kering, tetapi juga menyebabkan mata perih saat berkendara. “Kalau lewat sini, mata jadi perih karena debu berterbangan. Sangat mengganggu, apalagi kalau bawa anak kecil,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi Minggu (7/9/2025).

Situasi ini makin berbahaya apabila turun hujan. Tanah yang semula berdebu akan berubah menjadi lumpur licin, berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Warga menilai, hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kendaraan proyek yang lalu lalang di kawasan padat lalu lintas tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dump truck yang membawa tanah diduga tidak menjalankan prosedur standar pengangkutan material, seperti menutup bak muatan dengan terpal. Akibatnya, tanah berjatuhan sepanjang jalan tanpa ada upaya pembersihan dari pihak proyek maupun kontraktor.

Baca Juga:  Para Petani Desa Bersatu dalam Kerja Bakti Bersihkan Irigasi Tersier BPA Pataruman 6

Sejumlah warga menyayangkan sikap abai pihak proyek. “Kalau memang ada pembangunan, silakan. Tapi jangan sampai merugikan masyarakat luas. Jalan jadi kotor, licin, dan berbahaya. Ini kan jelas tidak memperhatikan keselamatan,” ucap warga lain dengan nada kesal.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum tampak adanya petugas atau pihak terkait yang turun tangan membersihkan tanah berserakan tersebut. Padahal, area itu merupakan jalur utama kendaraan roda dua maupun roda empat menuju pusat kota Karawang.

Aktivitas proyek pembangunan yang terpantau di samping Bank BCA tepatnya di depan Mall Resinda ini memang tengah berlangsung masif. Namun, dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat akibat pengangkutan material tampaknya belum menjadi perhatian serius dari pihak pelaksana.

Pengendara dan warga sekitar mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil tindakan tegas. “Jangan sampai menunggu ada korban kecelakaan dulu baru bertindak. Harus ada pengawasan dan sanksi terhadap kontraktor yang lalai,” tambah Syarif salah seorang tokoh masyarakat Karawang.

Kondisi ini menjadi cermin lemahnya kontrol pemerintah terhadap aktivitas proyek besar di Karawang. Keselamatan pengguna jalan mestinya menjadi prioritas utama, bukan justru dikorbankan demi kelancaran pembangunan semata. (LK)

 

Berita Terkait

SETAHUN BERLALU, MASALAH DI SAMPALAN KEMBALI MENCuat: Septic Tank di Bahu Jalan Jadi Sorotan Proyek Pelebaran
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
Polsek Rengasdengklok Bergerak Cepat Tangani Kasus Bocah Tenggelam di Saluran Irigasi Desa Dewisari
Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Berita ini 29 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru