Karawang, Lintaskarawang.com – Aktivis Karawang, Nurdin Syam yang akrab disapa Mr. KiM, angkat bicara mengenai tragedi bentrokan antara rakyat dan aparat kepolisian di depan Gedung DPR RI yang berujung pada aksi anarkis hingga penjarahan rumah anggota DPR RI serta penyerangan kantor-kantor polisi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, peristiwa memilukan tersebut tidak boleh sekadar dikenang sebagai catatan kelam, melainkan harus dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya mereka yang memangku jabatan amanah rakyat.
Mr. KiM menegaskan, kemarahan rakyat tidak datang tanpa sebab. “Itu merupakan akumulasi dari kebijakan-kebijakan para pemegang amanah yang dirasa tidak pro terhadap rakyat, ditambah lagi dengan etika dan perilaku sebagian wakil rakyat yang jauh dari kesederhanaan,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, tragedi ini harus menjadi cermin evaluasi bagi seluruh jajaran legislatif, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota, agar lebih merakyat dan mawas diri. “Jangan bergaya hidup mewah, meski sebelum dilantik sudah kaya raya. Prioritaskanlah aspirasi rakyat secara utuh, bukan kepentingan pribadi maupun golongan,” tambahnya.
Kritik keras juga ia sampaikan kepada pejabat di kabinet presiden. Mr. KiM mengingatkan agar kinerja yang ditunjukkan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, bukan memperkaya diri dari hasil uang negara.
Tak hanya itu, Mr. KiM juga memberikan pesan khusus kepada Polri. Menurutnya, Polri harus terus meningkatkan pelayanan kepada rakyat tanpa pandang bulu, bekerja secara profesional, serta benar-benar mengayomi masyarakat sesuai dengan jargonnya.
“Jika semua pihak bisa berbenah, tragedi bentrokan ini bisa menjadi momentum kebangkitan moral dan politik bangsa,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Mr. KiM mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memulai perubahan dari diri sendiri melalui revolusi akhlak, demi membangun Indonesia yang lebih baik.
“NKRI harga mati!” tegasnya.
(LK)













Tinggalkan Balasan