KARAWANG | Lintaskarawang.com — Sejumlah siswa SMP yang diduga bolos sekolah terjaring patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama MP Kecamatan Rengasdengklok saat berada di sebuah warung di kawasan Bojong Tugu, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang Pada,Selasa (13/10/2026). Para siswa tersebut kemudian dibawa ke Kantor Kecamatan Rengasdengklok untuk mendapatkan pembinaan.
Patroli tersebut dilakukan untuk memantau aktivitas pelajar pada jam belajar sekaligus menindaklanjuti keberadaan siswa yang berada di luar lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa yang terjaring berasal dari SMPN 1 Pedes dan SMP Negeri 1 Atap Sadari. Saat ditemukan, para siswa mengaku sedang mengerjakan tugas kelompok. Namun, pihak sekolah menyatakan kegiatan tersebut bukan agenda pembelajaran yang telah dijadwalkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang petugas keamanan SMPN 1 Pedes, Suhendra, menyampaikan bahwa alasan mengerjakan tugas kelompok tersebut tidak sesuai dengan kegiatan sekolah yang diketahuinya.
“Tidak ada, Pak. Memang sudah niat, alasannya saja kerja kelompok,” ujar Suhendra saat dimintai keterangan.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak sekolah berupaya mengawasi keberangkatan siswa agar mereka benar-benar sampai ke sekolah dan mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Atap Cibuaya, Kasdi Dinata, S.Pd., mengapresiasi langkah pihak kecamatan yang telah membantu mengawasi aktivitas pelajar di luar sekolah pada jam belajar.
“Terima kasih kepada pihak Satgas maupun rekan media atas kerja samanya. Sebenarnya pihak sekolah sudah sering mengimbau dan mengarahkan anak-anak. Kalau tidak hadir karena sakit atau keperluan lain, seharusnya memberikan izin. Namun, kali ini tidak ada informasi, sampai akhirnya kami mendapat kabar dari pihak kecamatan,” kata Kasdi.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap siswa agar lebih disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik kepada siswa yang terjaring patroli maupun pelajar lainnya.
“Ini juga menjadi perhatian kami sebagai pendidik untuk bersama-sama membina anak-anak supaya menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Kasdi menambahkan, pihak sekolah perlu memperkuat komunikasi dengan orang tua dan meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas siswa, terutama sejak mereka berangkat dari rumah hingga tiba di sekolah.
Patroli dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi para pelajar agar memanfaatkan waktu sekolah untuk belajar, bukan berada di luar lingkungan sekolah tanpa keterangan yang jelas.
Selain pengawasan dari pihak sekolah, peran orang tua serta koordinasi antara pemerintah kecamatan dan tenaga pendidik dinilai penting untuk mencegah siswa meninggalkan kegiatan belajar tanpa izin.
Melalui langkah pembinaan bersama, para siswa diharapkan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tertib dan memahami pentingnya tanggung jawab terhadap pendidikan mereka.
(Apih Kasur)













Tinggalkan Balasan