DLH Karawang Gelar Rapat Koordinasi Penyusunan AMDAL untuk Kawasan Industri Intan

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 14:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang , Lintaskarawang.com —22 September 2025 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang menggelar rapat koordinasi terkait penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk pengembangan Kawasan Industri Intan yang berlokasi di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Rapat ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, serta perwakilan masyarakat sipil yang peduli terhadap pembangunan berkelanjutan dan partisipatif.

Komitmen Terhadap Lingkungan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat koordinasi ini bertujuan memastikan bahwa pengembangan Kawasan Industri Intan oleh PT. Intan Pratama Properti (IPP) telah mempertimbangkan seluruh potensi dampak lingkungan, serta memiliki strategi pengelolaan dan pemantauan yang memadai.

Perwakilan Tim Media PMU PT. IPP, Agus Wibowo, menyampaikan bahwa pembangunan kawasan industri ini merujuk pada amanat Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang mewajibkan perusahaan industri untuk berlokasi di kawasan industri.

“Pemilihan lokasi di Kabupaten Karawang didasarkan pada posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Kawasan ini diharapkan mampu menarik investasi domestik maupun asing,” ujarnya.

Konsep Smart-Green Industrial Park

PT. IPP mengusung konsep smart-green industrial park, yang mengedepankan penggunaan energi ramah lingkungan, infrastruktur cerdas, serta penerapan circular economy. Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai area produksi industri, tetapi juga akan mencakup fasilitas komersial, logistik, pendidikan, hingga pusat riset dan inovasi.

“Selain menampung industri besar dan menengah, kami juga mengakomodasi industri kecil dan mendukung UMKM di sekitar kawasan,” tambah Agus.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Agus menuturkan, pengembangan kawasan industri ini diharapkan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru di Karawang. Selain itu, kawasan ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi, serta mendorong tumbuhnya usaha lokal penyedia barang dan jasa.

Baca Juga:  Pantura Arah Cikampek Cirebon Macet Total Tabrakan Wingbox vs Truk Puso tanah di Depan SPBU Kali Asin

Kawasan Industri Intan akan dibangun di Desa Kutanegara dan Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, di atas lahan seluas 1.025 hektare. Untuk mencegah erosi, sedimentasi, dan menjaga daya resap air, akan dibangun sistem drainase yang terhubung ke dua embung dan tiga long storage.

Sebanyak 234 hektare (22,8%) dari total lahan akan dialokasikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) guna menjaga tutupan lahan setara dengan kondisi eksisting. Kawasan ini juga akan dilengkapi instalasi pengolahan limbah dan sampah terpadu, dengan penerapan standar lingkungan yang tinggi.

Progres Penyusunan AMDAL dan Dukungan Pemerintah

Agus menegaskan bahwa penyusunan dokumen AMDAL telah dimulai sejak 2024. PT IPP telah mengidentifikasi potensi dampak positif dan negatif, serta menyusun RKL dan RPL sebagai bentuk mitigasi dan pemantauan dampak lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut baik pembangunan ini. Mereka bersikap progresif namun tetap hati-hati,” kata Agus.

Pada awal Agustus 2025, DLH Karawang mengajukan permohonan arahan terkait persetujuan lingkungan kepada Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kemudian, pada akhir Agustus 2025, Sekretaris Daerah Karawang mengirim surat ke Kementerian ATR/BPN untuk permohonan arahan penerbitan KKPR atas kawasan hutan yang telah memperoleh pelepasan.

Rapat koordinasi yang digelar di Hotel Delonix, Karawang, merupakan tindak lanjut dari surat arahan yang telah diterima dari Kementerian KLHK dan ATR/BPN.

Komitmen Sosial

Selain aspek lingkungan, PT IPP juga menyatakan komitmennya dalam menyelesaikan isu sosial yang terkait, termasuk hak-hak petani penggarap di wilayah tersebut.

Hasil rapat koordinasi ini selanjutnya akan dilaporkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan lebih lanjut.

(Fitri)

Berita Terkait

JKC Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Bukan Ormas dan Perkuat Peran Sosial Warga
‎WFH Bukan Libur, Pemkab Karawang Wajibkan Pegawai Tetap “On Call” dan Larang Mudik
Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata
Sapa Warga Berbasis Budaya, DPRD Jabar Dorong Pelestarian Pencak Silat di Karawang
Pipik Taufik Ismail: Legislator Jabar yang Aktif Serap Aspirasi hingga Pelosok Desa
BPKB Diduga Hilang di Samsat Karawang, Pelayanan Samsat Disorot Tajam
224 PJU Terpasang, DPRD Jabar Pastikan Penerangan Jalan di Karawang Tepat Sasaran
Anggota DPRD Karawang Perbaiki Jalan Rusak Gunakan Dana Pribadi
Berita ini 47 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 03:57

Siswa SMPN 1 Rengasdengklok Antusias Ikuti Program MBG‎

Minggu, 12 April 2026 - 05:49

Open House Perumahan GKW Pererat Silaturahmi Warga di Waringin Jaya

Sabtu, 11 April 2026 - 06:01

HUT ke-19 Laskar NKRI Bagi-Bagi Kupon dan Santuni Anak Yatim di Situ Cipule

Jumat, 10 April 2026 - 04:57

PEGUNUNGAN SANGGABUANA DIPROSES JADI TAHURA, APA BEDANYA DENGAN TAMAN NASIONAL?

Jumat, 10 April 2026 - 02:41

DPRD Karawang Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan yang Merata dan Berkelanjutan

Kamis, 9 April 2026 - 06:06

Musrenbang RKPD Karawang 2027 Tekankan Kolaborasi dan Optimalisasi Potensi Daerah

Senin, 6 April 2026 - 05:12

Kapolsek Purwasari Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas

Minggu, 5 April 2026 - 15:07

Warga Palumbonsari Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilamaran, Cegah Penyebaran DBD

Berita Terbaru