Menteri Desa Luncurkan IRID di Karawang, Fokus pada Ketahanan Iklim dan Air Bersih

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 06:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG , Lintaskarawang.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia resmi meluncurkan Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) di Situ Cipule, Dusun Kaum, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Menteri Yandri menyampaikan bahwa peluncuran IRID merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian desa berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029. “Salah satu sasaran strategis kami adalah meningkatnya jumlah desa berketahanan iklim,” kata Yandri.

Ia menjelaskan bahwa desa berketahanan iklim adalah desa yang mampu melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. “Kemampuan ini dapat diukur melalui Indeks Risiko Iklim Desa yang menggabungkan dimensi keterpaparan, sensitivitas, kapasitas adaptasi, dan bahaya,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi V DPR RI Verrell Bramasta menyambut baik peluncuran IRID dan berharap program ini dapat berjalan efektif bersama pemerintah daerah. “Kami berharap kerja sama lintas sektor bisa berjalan baik demi keberlanjutan pembangunan desa,”

Kepala Desa Mulyasari, H. Margono, menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penyediaan air bersih, khususnya di musim kemarau. “Kami sangat berharap adanya pembangunan sumur bor satelit untuk menjawab krisis air bersih, terutama di wilayah Kecamatan Ciampel,” ujar Margono.

Menurutnya, isu air bersih sudah lama menjadi janji politik yang berulang, namun belum terlihat solusi berkelanjutan. “Air bersih bukan sekadar janji kampanye, tapi kebutuhan pokok masyarakat. Kami ingin solusi nyata, bukan wacana,” tegasnya. Dampak Iklim Ancam Potensi Besar Karawang Margono juga menyoroti potensi luar biasa Kabupaten Karawang di sektor pertanian, industri, dan pariwisata. Namun, potensi tersebut kini terancam oleh bencana akibat perubahan iklim seperti banjir, angin puting beliung, dan kekeringan. “Karawang ini lumbung padi nasional, sekaligus kawasan industri. Tapi bagaimana bisa maksimal jika infrastruktur mitigasi bencana tidak diperkuat?” katanya.

Baca Juga:  Bupati Karawang Gelar Silaturahmi dan Sosialisasi Program TJSLP/CSR 2025, Tegaskan Komitmen Pembangunan Daerah

IRID: Peta Risiko Iklim untuk Pembangunan Berkelanjutan Peluncuran IRID menjadi tonggak penting dalam mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada desa. Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa untuk Indonesia. Meskipun peluncuran IRID tidak sepenuhnya berjalan sesuai agenda awal, namun substansi utamanya tetap sampai: desa harus menjadi garda depan dalam menghadapi perubahan iklim, dan pemerintah pusat berkomitmen untuk hadir bersama rakyat.

Sebagai Ketua Apdesi Karawang, Margono berharap kunjungan Menteri Desa dan DPR RI kali ini dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan aspirasi desa-desa di Karawang, khususnya terkait air bersih dan ketahanan infrastruktur menghadapi bencana. IRID: Peta Risiko Iklim untuk Pembangunan Berkelanjutan Peluncuran IRID menjadi tonggak penting dalam mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada desa. Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa untuk Indonesia. (Ripai)

Berita Terkait

Bupati Aep Tekankan Jabatan ASN sebagai Amanah, Dorong Kolaborasi dan Integritas
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karawang Gelar Upacara Khidmat di Plaza Pemda
APBD Perubahan 2026 Karawang Disepakati, Pemkab Fokus Perkuat Kesejahteraan Masyarakat
Ratusan Kapal Iringi Pelarungan Dondang, Ruat Laut Blanakan ke-59 Meriahkan Laut Jawa dan Jadi Simbol Syukur Nelayan Subang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan APBD 2026 hingga APBD 2027
Bapenda Karawang Hadirkan Pelayanan Pajak Jemput Bola di Gebyar PATEN Kecamatan Majalaya
Kabar Gembira! Pemkab Karawang Beri Diskon hingga 80 Persen dan Bebas Denda PBB-P2
Bapenda Karawang Bahas Raperbup DBH-PDRD Bersama DPMD
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:43

Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Berita Terbaru