Karawang | Lintaskarawang.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai langkah positif pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak dan masyarakat. Namun demikian, pelaksanaannya di lapangan diingatkan agar tidak menyimpang dari tujuan utama, yakni membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ujang Suhana, SH, yang menegaskan bahwa program MBG jangan sampai berubah menjadi ladang bisnis proyek yang berorientasi pada keuntungan semata. Ia menilai, jika tidak diawasi dengan baik, program ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai ajang “bancakan” anggaran.
“Program ini sangat baik, tapi jangan sampai dijadikan proyek yang hanya mengejar profit. Jangan sampai kepentingan masyarakat dikalahkan oleh kepentingan kelompok tertentu,” ujar Ujang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penyaluran program yang tepat sasaran. Menurutnya, MBG harus difokuskan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan justru dinikmati oleh kalangan mampu, termasuk anak pejabat.
“Kalau ingin efektif, harus jelas sasarannya. Prioritaskan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Jangan sampai yang menerima justru mereka yang tidak membutuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Ujang juga menyoroti potensi permasalahan teknis di lapangan, seperti risiko keracunan makanan serta kompleksitas distribusi yang bisa membebani berbagai pihak. Ia menilai, hal tersebut dapat diminimalisir dengan pendekatan yang lebih sederhana dan efisien.
Sebagai solusi, ia mengusulkan agar anggaran MBG dapat disalurkan langsung kepada orang tua, khususnya ibu, dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, orang tua lebih memahami kebutuhan dan selera makanan anak, sehingga program dapat berjalan lebih efektif tanpa harus menambah beban biaya operasional.
“Kalau langsung diberikan kepada orang tua yang membutuhkan, itu lebih tepat. Ibu pasti tahu makanan yang baik dan disukai anaknya, tanpa harus ada biaya tambahan untuk tenaga kerja atau distribusi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut dapat membantu efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga dana yang berasal dari rakyat dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat guna.
Dengan demikian, Ujang berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG, agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.
“Intinya, program ini harus kembali ke tujuan awal: membantu rakyat yang membutuhkan, bukan menjadi ajang keuntungan segelintir pihak,” pungkasnya. (LK)











Tinggalkan Balasan