Prasarana SDN Telukbango Memerlukan Perhatian Khusus dari Dinas Terkait

- Penulis

Rabu, 18 September 2024 - 00:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, lintaskarawang.com – Salah satu fasilitas pendidikan di Karawang, yakni SDN Telukbango III, memerlukan perhatian khusus dari dinas terkait. Hal ini terungkap setelah tim jurnalis Lintas Karawang melakukan survei di lokasi dan berbicara langsung dengan Kepala Sekolah SDN Telukbango III, Hidayat. Selasa (17/9/2024).

Hidayat dengan tegas menyampaikan harapannya agar Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang segera melakukan perbaikan pada area lapangan sekolah yang kerap bermasalah, terutama di musim hujan. Menurutnya, kondisi lapangan yang kurang layak dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Lapangan sekolah kami sangat memerlukan perbaikan. Kami berharap agar segera dilakukan pengecoran untuk kepentingan bersama. Kondisinya semakin parah ketika memasuki musim hujan, lapangan sekolah bisa tergenang air dengan cukup dalam,” ujar Hidayat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau juga menambahkan, saat hujan deras, genangan air yang tinggi di halaman sekolah bisa mencapai tingkat yang mengganggu seluruh kegiatan rutin, termasuk upacara bendera. “Bila lapangan sudah tergenang air, upacara bendera tidak bisa dilaksanakan dan bahkan kegiatan belajar mengajar pun bisa diliburkan karena banjir,” tambahnya.

Baca Juga:  DIES NATALIS KE-15: MENTARI ILMU LUNCURKAN LOGO DAN PARADIGMA BARU

Situasi ini menjadi perhatian besar bagi pihak sekolah, karena genangan air tidak hanya mengganggu kegiatan sehari-hari, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan para siswa. Oleh karena itu, Bapak Hidayat berharap agar dinas terkait segera turun tangan dan memberikan solusi untuk memperbaiki kondisi fasilitas lapangan sekolah demi kenyamanan dan keamanan para siswa serta kelancaran kegiatan pendidikan.

Pihak sekolah berharap perbaikan ini bisa segera terealisasi sebelum musim hujan tiba, sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa terganggu oleh genangan air dan banjir di lingkungan sekolah.

(Resky)

Berita Terkait

Dana BOS Rp879 Juta Disorot, Kadisdikbud Karawang Angkat Bicara
Lomba Keagamaan Semarakkan Maulid Nabi di SMPN 2 Lemahabang, Bibit Potensial Mulai Disaring
PSYNERGY Competition 2026 Digelar Perdana, Fakultas Psikologi UBP Karawang Perkuat Jejaring Mahasiswa Tingkat Nasional
Jam Kerja, Pegawai Disdikbud Terlihat Gunakan Sandal, Disiplin Aparatur Dipertanyakan
Dari Perjuangan Menuju Wisuda, Mulyana Hanafi, S.E. Siap Melangkah dan Berkarya
LARANG JUAL BELI LKS, DISDIKBUD KARAWANG DINILAI BELUM JAWAB SOAL PENGAWASAN DAN SANKSI
Disdikbud Karawang Terbitkan Surat Edaran, Sekolah Negeri Dilarang Jual LKS, Buku, dan Seragam
Era Baru Pelayanan Pendidikan di Karawang, Disdikbud Resmikan Ruang Layanan Terpadu
Berita ini 6 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru