Karawang, Lintaskarawang.com – Mandala Pratisena Nusantara bersama Brigade Pratisena menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW secara khidmat dan penuh semangat kebangsaan di Puncak Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jumat, 16 Januari 2026.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 27 personel ini memadukan penguatan spiritual dengan pembinaan fisik dan mental. Meski berlangsung di tengah cuaca gerimis serta medan pegunungan yang cukup menantang, seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan disiplin.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 01.00 WIB dengan pelaksanaan tawasulan dan doa bersama. Momentum dini hari di ketinggian dimanfaatkan peserta untuk merefleksikan nilai-nilai ketaatan dan keteguhan iman yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB melalui apel lapangan dan upacara pemancangan bendera. Tiga bendera dikibarkan secara bersamaan, yakni Bendera Merah Putih, Bendera DPC Padjajaran Siliwangi Nusantara Kabupaten Karawang, serta Bendera Mandala Pratisena Nusantara. Upacara tersebut dipimpin oleh Suharjo dan berlangsung dengan penuh khidmat.
N’ Juana Ketua DPC Padjajaran Siliwangi Nusantara Kabupaten Karawang dalam amanatnya menyampaikan bahwa pemilihan lokasi Gunung Sanggabuana memiliki makna filosofis yang mendalam.
“Kegiatan ini bukan sekadar pendakian atau rekreasi, melainkan ujian mental, karakter, dan tanggung jawab. Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan dan ketaatan. Dengan mengibarkan Merah Putih di puncak gunung, kami menegaskan komitmen bela negara serta kesetiaan pada satu garis komando,” tegasnya.
Selain sebagai bentuk pembinaan mental dan spiritual, kegiatan ini juga mengusung misi pelestarian nilai luhur budaya Sunda, yakni Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh, sebagai landasan kebersamaan dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, Mandala Pratisena Nusantara dan Brigade Pratisena menegaskan kesiapan organisasi dalam menjalankan peran sosial kemasyarakatan, dengan mengedepankan nilai religius, nasionalisme, serta kepedulian terhadap alam dan lingkungan.
(Dirta Miharja)












