KARAWANG | LintasKarawang.com – Tugu Kebulatan Tekad di Rengasdengklok bukan sekadar penanda sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejak 2019, Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Kabupaten Karawang secara bertahap melakukan perawatan dan pembenahan kawasan sebagai bentuk kepedulian terhadap peninggalan sejarah bangsa.
Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad, H. Darwis, mengatakan berbagai kegiatan perawatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan lingkungan, pengecatan, hingga pembenahan sejumlah fasilitas pendukung di sekitar tugu.
Upaya tersebut terus berlanjut hingga 2026 dengan melibatkan dukungan masyarakat dan sejumlah pihak. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026, DPC Padjadjaran Siliwangi Nusantara (PSN) Kabupaten Karawang turut berpartisipasi dalam kegiatan pengecatan dan pembersihan kawasan Tugu Kebulatan Tekad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pembenahan dilakukan pada area yang sebelumnya kerap tergenang air dan berubah menjadi kubangan lumpur.
Menurut H. Darwis, area tersebut diurug menggunakan sekitar 12 kolbak mini sebelum dilanjutkan dengan pemasangan keramik pada area seluas kurang lebih 120 meter persegi.
“Alhamdulillah, yang sebelumnya kubangan lumpur sekarang sudah dikeramik. Mudah-mudahan apa yang kita tanam dan lakukan hari ini bisa memberikan hasil dan manfaat di kemudian hari,” kata H. Darwis.

Selain pemasangan keramik, pembenahan kawasan juga mencakup pemasangan paving block dan pengecatan relief sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kondisi fasilitas di sekitar tugu.
Dukungan terhadap pembenahan kawasan juga datang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) RS Hastein. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, meliputi musala, tempat wudu, serta MCK atau toilet bagi masyarakat dan pengunjung.
Sebelum pembangunan dilakukan, pihak terkait terlebih dahulu melaksanakan survei untuk melihat kondisi serta kebutuhan fasilitas di lokasi.
H. Darwis menyampaikan apresiasi atas dukungan RS Hastein. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengunjung yang datang ke kawasan Tugu Kebulatan Tekad.
Konsisten Merawat Sejak 2019
Bagi Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad, perawatan kawasan bukan sekadar kegiatan seremonial. Pembenahan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kemampuan, termasuk memperbaiki bagian fasilitas yang mengalami kerusakan.
“Para pejuang dahulu berjuang untuk merebut kemerdekaan. Masa kita sebagai generasi penerus tidak bisa merawat dan memelihara peninggalan sejarahnya? Kapan lagi kita bisa merawat, memelihara dan melestarikan kalau bukan sekarang,” ujar H. Darwis.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilandasi kepedulian terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang jelas, kami sebagai anak bangsa yang peduli terhadap sejarah kemerdekaan Republik Indonesia merasa wajib memelihara, merawat dan melestarikan. Walaupun kami memiliki SK dan membantu di sana, kami tidak digaji pemerintah,” katanya.
H. Darwis juga menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban di kawasan Tugu Kebulatan Tekad diarahkan untuk membantu menjaga aset dan fasilitas yang ada.
“Kami tidak ingin merusak aset negara ataupun fasilitas umum. Justru yang bisa kami rawat, kami rawat. Ketika sudah terkelupas, kami perbaiki kembali. Ketika ada bagian yang membutuhkan pembenahan, kami upayakan,” tegasnya.
Dalam keterangannya, Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad menyebut organisasinya memiliki legalitas SK Kemenkumham Nomor AHU-0000219.AH.01.07.TAHUN 2025 serta tercatat di Kesbangpol Kabupaten Karawang. Paguyuban juga mencantumkan SKT Nomor 01/PTKT/DPP Nasional/IX/2025.
Sementara itu, sekretariat paguyuban beralamat di Desa Makmurjaya RT 05/RW 02, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.
Gotong Royong Menjaga Warisan Sejarah
Rangkaian pembenahan yang dilakukan sejak 2019 hingga 2026 menjadi bagian dari upaya Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad untuk menjaga kawasan bersejarah tersebut agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Upaya ini juga melibatkan berbagai pihak melalui semangat gotong royong. Salah satunya DPC PSN Kabupaten Karawang yang turut berpartisipasi dalam kegiatan perawatan kawasan pada Agustus 2026.
H. Darwis berharap kegiatan perawatan dan pembenahan tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah perjuangan bangsa,” pungkasnya.
(Juana)













Tinggalkan Balasan