Kembali ke Sawah, Menyemai Masa Depan Pipik Taufik Dukung Petani Berdikari

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 11:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lintaskarawang.Com (24/09/2025) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menggelar Seminar Nasional bertajuk Bumi Lestari: Petani Berdikari, Kembali ke Sawah, Menyemai Masa Depan.

Acara ini berlangsung pada Rabu siang di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Jakarta, dan dihadiri oleh kader-kader partai dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu peserta yang hadir adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., MM. Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seminar ini menjadi langkah konkret PDI Perjuangan untuk mendorong para petani kembali ke sawah dengan semangat berdikari — mandiri secara ekonomi dan berdaulat dalam mengelola sumber daya pertanian,” ujar Pipik di sela-sela kegiatan.

Baca Juga:  Grand Opening RM Dewasena, Hadirkan Cita Rasa Khas Sunda di Karawang

Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor pertanian, termasuk pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Tidak hanya berdiskusi, peserta juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi pameran produk lokal yang menampilkan berbagai inovasi pertanian, mulai dari bibit unggul, hasil panen pilihan, hingga produk olahan bernilai tambah.

Pipik menambahkan bahwa sektor pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga tentang keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

“Dengan memperkuat pertanian yang berdaulat, mandiri, dan ramah lingkungan, kita tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga menyemai harapan dan masa depan bangsa,” tegasnya.

Seminar ini mempertegas komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung agenda-agenda kerakyatan, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi fondasi utama ketahanan nasional Indonesia.

(Wahid/Rifai)

Berita Terkait

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Novia Nurfitriani, S.H. Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD Rengasdengklok Selatan
Gema Maulid Nabi Menggema di Karyasari, Tabligh Akbar Hadirkan Ustaz Nana Gerhana
Ketua DPRD Karawang Hadiri Helaran Budaya “Karawang dari Masa ke Masa” Hari Jadi ke-393
Bina Sandra Tantang Peta Politik Cikampek Timur, Ratusan Pendukung Antar Daftar Pilkades
Temuan Fragmen Batu Bata Kuno di Lemahduhur Dilaporkan, Diduga Berkaitan dengan Cagar Budaya
Ahmad Basuni Mantap Maju di Pilkades Sampalan, Diantar Relawan dari Berbagai Dusun
Berita ini 7 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Berita Terbaru