Polisi Tangkap Pria yang Mengaku ‘Jagoan Cikiwul’ Usai Viral Lakukan Pemalakan di Bekasi

- Penulis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 01:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Lintaskarawang.com – Pihak kepolisian berhasil menangkap pria yang mengaku sebagai ‘Jagoan Cikiwul’ setelah sebelumnya viral dalam sebuah video yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap seorang security di Bekasi. Pria tersebut, yang diketahui bernama Suhada alias Mang Ada, secara arogan memaksa meminta Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan di wilayah Bekasi.

Penangkapan terhadap Suhada dilakukan pada Kamis (21/3/2025) sekitar pukul 18.30 WIB di daerah Sukabumi, Jawa Barat, setelah pria tersebut melarikan diri dari tempat kejadian. Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah membekuk ‘Jagoan Cikiwul’ tersebut dan membawanya ke Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini, kami sedang melakukan proses penyidikan terhadap tersangka. Kami tidak akan memberi toleransi terhadap aksi premanisme yang berkedok ormas atau LSM di wilayah hukum Bekasi Kota,” tegas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan.

Aksi pemalakan yang dilakukan Suhada sempat memicu keresahan di masyarakat setelah video rekaman dirinya yang sedang cekcok dengan security perusahaan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Suhada terlihat memaksa pihak perusahaan untuk memberikan THR dengan cara yang kasar dan intimidatif. Tindakannya ini mencoreng nama baik berbagai organisasi masyarakat dan LSM yang kerap disalahgunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.

Kompol Binsar menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan untuk memberantas tindakan premanisme di wilayah Bekasi. “Kami akan terus berupaya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Kini, Suhada alias ‘Jagoan Cikiwul’ sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Tindakannya yang meresahkan masyarakat dipastikan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

(Abie Fu)

Berita Terkait

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi
KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab
Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal
BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik
Berita ini 14 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru