Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani kondisi Muhammad Rivaldy (20), warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, yang mengalami obesitas dengan berat badan mencapai sekitar 160 kilogram

Dok.Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani kondisi Muhammad Rivaldy (20), warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, yang mengalami obesitas dengan berat badan mencapai sekitar 160 kilogram

Karawang | Lintaskarawang.com – Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani kondisi Muhammad Rivaldy (20), warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, yang mengalami obesitas dengan berat badan mencapai sekitar 160 kilogram hingga membuatnya kesulitan bergerak dan tidak lagi mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Rivaldy kini menjalani perawatan di RSUD Karawang setelah mengalami sesak napas berat. Kondisinya yang semakin menurun membuat pemuda tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan terbaring di tempat tidur dan membutuhkan penanganan medis secara intensif.

Perhatian Pemkab Karawang terhadap kondisi Rivaldy bermula setelah Bupati Karawang Aep Syaepuloh menerima informasi mengenai kondisi tersebut melalui pesan di media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aep mengatakan, informasi itu disampaikan melalui pesan langsung (direct message/DM) yang kemudian diteruskan kepadanya. Setelah menerima laporan tersebut, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang segera melakukan pengecekan terhadap kondisi Rivaldy.

“Saya tahunya itu dia nge-forward DM ke saya. Dia menyampaikan bahwa ada warganya, tetangganya yang memiliki berat badan hampir 160 kilogram,” ujar Aep, Jumat (02/10/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemeriksaan awal dilakukan oleh petugas Puskesmas Klari. Setelah dilakukan pengecekan, Rivaldy kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Saat ini, Rivaldy masih menjalani observasi oleh tim dokter RSUD Karawang. Sejumlah dokter spesialis turut dilibatkan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh sekaligus menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.

Baca Juga:  Puji Gerak Cepat Bupati Karawang, Ketua Pembina KIS Esther Tan Apresiasi Penanganan Kasus Karmila

“Hari ini dilaksanakan monitoring dengan dokter-dokter spesialis, terutama dokter spesialis gizi, termasuk juga jantung. Insyaallah hari ini Rumah Sakit Umum Daerah akan mengobservasi pasien tersebut,” kata Aep.

Tak hanya berhenti di RSUD Karawang, Pemkab Karawang juga berkoordinasi dengan RSUP Hasan Sadikin Bandung sebagai langkah antisipasi apabila Rivaldy membutuhkan penanganan medis lanjutan yang tidak dapat dilakukan di Karawang.

Aep memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada Rivaldy. Termasuk memastikan persoalan pembiayaan pengobatan dapat ditangani melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, ayah Rivaldy, Dadang Supriyanto, mengungkapkan perubahan kondisi fisik anaknya mulai terlihat sekitar dua tahun terakhir, tepat setelah Rivaldy menyelesaikan pendidikan SMA.

Menurut Dadang, sejak saat itu pola makan Rivaldy berubah dan cenderung semakin berlebihan. Kondisi tersebut kemudian membuat berat badan anaknya terus mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar 160 kilogram.

Dalam lebih dari satu bulan terakhir, kondisi Rivaldy disebut semakin memburuk. Ia tidak lagi mampu melakukan berbagai aktivitas seperti sebelumnya dan lebih banyak terbaring di tempat tidur.

Kondisi Rivaldy tersebut kini mendapat perhatian dan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Karawang bersama tim medis RSUD Karawang. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Rivaldy secara menyeluruh serta menentukan langkah medis yang dibutuhkan.

(Wahid)

Berita Terkait

Proyek Sanitasi Ratusan Juta di Pajaten Jadi Sorotan, 23 Unit Dibangun, Papan Informasi Diduga Belum Terpasang
210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan
Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan
Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya
DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda
2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034
Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa dan Perkuat Penanganan Krisis Air
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09

MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Berita Terbaru