Karawang | Lintaskarawang.com – Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani kondisi Muhammad Rivaldy (20), warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, yang mengalami obesitas dengan berat badan mencapai sekitar 160 kilogram hingga membuatnya kesulitan bergerak dan tidak lagi mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Rivaldy kini menjalani perawatan di RSUD Karawang setelah mengalami sesak napas berat. Kondisinya yang semakin menurun membuat pemuda tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan terbaring di tempat tidur dan membutuhkan penanganan medis secara intensif.
Perhatian Pemkab Karawang terhadap kondisi Rivaldy bermula setelah Bupati Karawang Aep Syaepuloh menerima informasi mengenai kondisi tersebut melalui pesan di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aep mengatakan, informasi itu disampaikan melalui pesan langsung (direct message/DM) yang kemudian diteruskan kepadanya. Setelah menerima laporan tersebut, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang segera melakukan pengecekan terhadap kondisi Rivaldy.
“Saya tahunya itu dia nge-forward DM ke saya. Dia menyampaikan bahwa ada warganya, tetangganya yang memiliki berat badan hampir 160 kilogram,” ujar Aep, Jumat (02/10/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, pemeriksaan awal dilakukan oleh petugas Puskesmas Klari. Setelah dilakukan pengecekan, Rivaldy kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Saat ini, Rivaldy masih menjalani observasi oleh tim dokter RSUD Karawang. Sejumlah dokter spesialis turut dilibatkan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh sekaligus menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.
“Hari ini dilaksanakan monitoring dengan dokter-dokter spesialis, terutama dokter spesialis gizi, termasuk juga jantung. Insyaallah hari ini Rumah Sakit Umum Daerah akan mengobservasi pasien tersebut,” kata Aep.
Tak hanya berhenti di RSUD Karawang, Pemkab Karawang juga berkoordinasi dengan RSUP Hasan Sadikin Bandung sebagai langkah antisipasi apabila Rivaldy membutuhkan penanganan medis lanjutan yang tidak dapat dilakukan di Karawang.
Aep memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada Rivaldy. Termasuk memastikan persoalan pembiayaan pengobatan dapat ditangani melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Sementara itu, ayah Rivaldy, Dadang Supriyanto, mengungkapkan perubahan kondisi fisik anaknya mulai terlihat sekitar dua tahun terakhir, tepat setelah Rivaldy menyelesaikan pendidikan SMA.
Menurut Dadang, sejak saat itu pola makan Rivaldy berubah dan cenderung semakin berlebihan. Kondisi tersebut kemudian membuat berat badan anaknya terus mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar 160 kilogram.
Dalam lebih dari satu bulan terakhir, kondisi Rivaldy disebut semakin memburuk. Ia tidak lagi mampu melakukan berbagai aktivitas seperti sebelumnya dan lebih banyak terbaring di tempat tidur.
Kondisi Rivaldy tersebut kini mendapat perhatian dan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Karawang bersama tim medis RSUD Karawang. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Rivaldy secara menyeluruh serta menentukan langkah medis yang dibutuhkan.
(Wahid)













Tinggalkan Balasan