Dorong Ekonomi Desa, 17 Koperasi di Karawang Terima Bantuan Truk Operasional

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 08:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | Lintaskarawang.com — Sebanyak 17 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Karawang menerima bantuan kendaraan operasional berupa truk. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan koperasi di tingkat kabupaten/kota.
Kegiatan penyerahan berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Karawang, sebagai tindak lanjut undangan Komandan Kodim (Dandim) melalui surat Nomor B/190/IV/2026 tertanggal 6 April 2026.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dandim Karawang, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Asisten Daerah II (Asda II), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM). Hadir pula Sekretaris Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang, Budiman Achmad, S.Sos., M.AP.

Sekretaris Disperindagkop UKM Karawang, Budiman Achmad, menyampaikan bahwa kendaraan operasional tersebut berasal dari vendor PT Agrinas. Ia menekankan pentingnya pengelolaan aset secara tertib oleh koperasi penerima.

“Bagi koperasi yang telah menerima kendaraan operasional ini, agar segera mencatatnya sebagai aset, dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan usaha koperasi, serta dipelihara dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Budiman juga menambahkan bahwa terkait teknis operasional kendaraan, akan ada petunjuk lebih lanjut sesuai arahan dari kementerian terkait.

Program ini diharapkan dapat memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Dukungan sarana operasional tersebut diyakini mampu meningkatkan kapasitas distribusi serta aktivitas usaha koperasi di Kabupaten Karawang.

Pemerintah optimistis, dengan adanya bantuan ini, KDKMP dapat berkembang lebih profesional, mandiri, dan memiliki daya saing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
(Wahid)

Berita Terkait

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Lemah Duhur, Musholah Bocor hingga Irigasi Sawah Jadi Sorotan
Panglima Chaunk Resmi Pimpin HANKAM DPP GMPI, Dewa Sena Serahkan SK Secara Langsung
Kang Bagas Optimistis Abdul Gofur Unggul di Pilkades Wadas, SIWADAS Jadi Program Andalan Transparansi Desa
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN
FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Novia Nurfitriani, S.H. Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD Rengasdengklok Selatan
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru