FMKN Layangkan Surat Kedua ke PT AHM, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Karyawan Kontrak Lokal Karawang

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com — Forum Masyarakat Karawang Ngahiji (FMKN) kembali melayangkan surat kedua kepada Manajemen PT Astra Honda Motor (AHM) terkait permohonan audiensi dan klarifikasi status karyawan kontrak di Plant AHM Karawang. Hingga surat pertama bernomor 012/FMKN/XI/2025, pihak perusahaan dinilai belum menunjukkan itikad responsif terhadap aspirasi masyarakat dan tenaga kerja lokal. Selasa (16/12/2025).

Surat kedua bernomor 018/FMKN/XI/2025 tersebut dinilai sebagai bentuk peringatan serius, menyusul semakin banyaknya laporan dari tenaga kerja kontrak yang mengeluhkan ketidakjelasan status kerja, masa kontrak yang berkepanjangan, serta minimnya pengangkatan pekerja asal Karawang menjadi karyawan tetap, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun dengan kinerja yang dinilai baik.

FMKN menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan citra PT AHM sebagai perusahaan besar berskala nasional dan internasional. “Ironis jika perusahaan raksasa justru abai terhadap kepastian kerja dan keadilan bagi masyarakat di daerah tempatnya beroperasi,” tegas FMKN dalam pernyataan sikapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat tersebut, FMKN secara gamblang mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja beserta PP Nomor 35 Tahun 2021, yang dengan jelas mengatur bahwa PKWT tidak boleh diterapkan pada pekerjaan yang bersifat tetap. Jika pelanggaran terjadi, maka status pekerja berubah demi hukum menjadi PKWTT atau karyawan tetap.

Tak hanya itu, FMKN juga menyoroti asas non-diskriminasi sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Perusahaan diwajibkan memberikan kesempatan yang adil, termasuk bagi putra-putri daerah Karawang, tanpa perlakuan berbeda dalam rekrutmen maupun pengangkatan karyawan tetap.

Baca Juga:  WARGA KARAWANG SELATAN MINTA BANTUAN TNI ZENI ATASI LAMBATNYA PERBAIKAN JEMBATAN CICANGOR HILIR

FMKN secara tegas meminta klarifikasi terbuka terkait proporsi tenaga kerja lokal Karawang, mekanisme evaluasi pengangkatan karyawan tetap, serta alasan mengapa pekerja lokal dengan masa kerja panjang dan kinerja baik justru sulit mendapatkan kepastian status. Kondisi ini dinilai berpotensi menciptakan kecemburuan sosial dan ketegangan hubungan industrial.

Dalam suratnya, FMKN memberi batas waktu maksimal lima hari kerja sejak surat diterima agar PT AHM memberikan jawaban resmi dan menjadwalkan audiensi. FMKN menegaskan, dialog terbuka adalah jalan bermartabat untuk menyelesaikan persoalan tanpa gejolak.

Namun demikian, FMKN juga memberikan peringatan keras. Jika kembali tidak ada tanggapan, organisasi masyarakat tersebut menyatakan siap menempuh langkah-langkah konstitusional, termasuk unjuk rasa, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

Surat ini juga ditembuskan kepada Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang, DPRD Provinsi dan Kabupaten, Disnaker, Kapolres, serta Dandim 0604 Karawang, sebagai bentuk keseriusan FMKN agar persoalan ketenagakerjaan ini mendapat perhatian lintas sektor.

FMKN menegaskan, perjuangan ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan untuk memastikan keadilan, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap tenaga kerja lokal Karawang, yang selama ini dinilai hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

(LK)

Berita Terkait

Rumah Warga Pojoklaban Mulai Berubah, Program Rutilahu Karawang Tuai Apresiasi
Ririn Renata, Remaja 15 Tahun di Karawang, Berharap Bisa Kembali Bersekolah
Kantor Baru Unit Intelijen Kodim 0604/Karawang Diresmikan, Dandim Tegaskan Operasi Antibegal Rutin
DPC PDI Perjuangan Karawang Distribusikan Bantuan Kegiatan HUT RI ke-81 untuk PAC Se-Kabupaten
PPTK Desak BPN Karawang Tindak Lanjut Dugaan 288 Hektare Kawasan Hutan Masuk HGB Kawasan Industri
Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Kalijati-Kamurang dan Permudah Akses Warga
Pemkab Karawang Serentak Salurkan Vitamin dan Kalsium untuk Balita, Tekan Angka Stunting
56 Pramuka Karawang Dilepas Menuju Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru