Pengangkut Batu Kapur ke PT.Jui Shin Jadi Sorotan keras Oleh Ormas BUAS dan Aktivis Karawang Selatan

- Penulis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 10:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Aktivitas truk tronton yang melintas di jalur Pangkalan Loji menuju Cariu mendapat sorotan tajam dari masyarakat sekitar. H.Ading , warga Kaung Gading yang juga berdomisili di Loji, menyampaikan keluhannya terkait gangguan yang ditimbulkan oleh mobil tronton tersebut. “Sebagai warga Loji, saya sangat terganggu dengan aktivitas mobil besar yang melalui jalan sempit di Pangkalan Loji. Kondisi ini bisa menyebabkan kecelakaan,” ujar Ading Kamis (15/8/2024).

Ia menegaskan bahwa jika tidak ada tindakan penyetopan dari dinas terkait, masyarakat setempat akan melakukan penyetopan secara mandiri. “Kalau tidak ada penyetopan dari dinas terkait, kami akan menyetop balik,” tambah Ading dengan tegas.

Hal serupa diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPP Ormas BUAS (Brigade Utama Adipati Singaperbangsa), Didi Holidi, S.H. Ia menyatakan bahwa keberadaan truk tronton tersebut sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan. “Mobil besar ini sudah sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan, khususnya di jalur selatan,” kata Didi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Tegalwaru juga turut menyampaikan rasa prihatinnya terhadap masalah ini. Mereka mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan akibat seringnya terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh mobil besar tersebut. “Apakah harus menunggu korban baru pemerintah bertindak?” ujar Didi dengan nada prihatin.

Baca Juga:  Luput dari Bantuan, Ibu Rohana di Rengasdengklok Tinggal di Rumah Reyot Bersama Anak Penderita Stroke

Menurut Didi, truk-truk besar yang melintas tersebut sebagian besar adalah pengirim batu kapur ke PT Jui shin dari Bekasi. Ia menegaskan, jika dinas terkait tidak mengambil tindakan, pihaknya bersama Ormas BUAS akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut penanganan yang lebih serius. “Kami akan berunjuk rasa kepada perusahaan maupun pengelola mobil tersebut jika tidak ada tindakan,” ancamnya.

Didi juga mengecam keras perusahaan yang dianggap abai terhadap kondisi jalan yang dilalui truk-truk besar tersebut. “Perusahaan itu ada di Bekasi, tapi jalurnya di Karawang. Akses jalan di Karawang Selatan ini sudah rusak parah,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada perbaikan yang signifikan, hanya tambal sulam yang tidak memadai. Kondisi ini semakin memperparah kerusakan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna motor. “Ini rawan kecelakaan, khususnya untuk pengendara motor (roda dua),” tandas Didi.

Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini demi keselamatan bersama. “Jangan sampai menunggu korban baru ada tindakan,” pungkas Didi. (Red)

Berita Terkait

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!
Berita ini 26 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:20

Selesai Diikuti Ratusan Atlet, Kejurkab PBSI Karawang 2026 Dihujani Protes Soal Aturan ID Peserta

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:15

Kejurkab PBSI Pengkab Karawang 2026, Tuai Protes

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:25

Proyek Sanitasi Ratusan Juta di Pajaten Jadi Sorotan, 23 Unit Dibangun, Papan Informasi Diduga Belum Terpasang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:44

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:51

Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:59

Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:45

DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:11

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034

Berita Terbaru