Arus Mudik dari Jakarta Menuju Jalur Pantura Aman dan Lancar

- Penulis

Minggu, 7 April 2024 - 01:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Karawang, Lintaskarawang.com – Minggu 7 April 2024 – Arus mudik dari Jakarta menuju jalur Pantura terpantau aman dan ramai namun tetap lancar. Pantauan dilakukan di posko mudik Padjadjaran Siliwangi Nusantara Karawang yang berlokasi depan SD PETRA eks YWKA, Dusun Wirakarya, Desa Cikampek, Kota Kecamatan Cikampek.

Menurut petugas di posko mudik, arus mudik dari Jakarta ke jalur Pantura terlihat lancar sejak pagi hari. “Kami telah memantau arus lalu lintas sejak pukul 06.00 pagi, dan sampai saat ini belum terjadi kendala berarti. Para pemudik tampaknya telah mempersiapkan diri dengan baik untuk perjalanan ini,” ujar Suharjo, salah seorang petugas posko dari Brigade pratisena Padjajaran Siliwangi Nusantara.

Meskipun terjadi lonjakan kendaraan yang cukup signifikan, namun arus lalu lintas tetap terjaga dengan baik. “Kami melihat lonjakan kendaraan terutama pada kendaraan roda dua. Namun, koordinasi antara petugas di lapangan dan pengendara sangat baik sehingga arus lalu lintas tetap terkendali,” tambah Suharjo.

Para pemudik juga menyampaikan kesan positif terkait kelancaran arus lalu lintas menuju jalur Pantura. “Kami merasa senang karena perjalanan kami lancar dan tidak terkendala macet. Ini tentu membuat perjalanan mudik kami menjadi lebih nyaman,” ujar Ahmad, seorang pemudik yang sedang istirahat di posko.

Sementara itu, petugas di posko mudik terus melakukan monitoring dan pengaturan arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.

Dengan kondisi arus mudik yang aman dan lancar, diharapkan perjalanan pemudik menuju jalur Pantura akan tetap berlangsung dengan baik hingga puncak arus mudik. “Kami berharap para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan tanpa hambatan berarti. Tetaplah mematuhi aturan lalu lintas dan selalu waspada selama perjalanan,” tutup Suharjo.

(Dg)

Berita Terkait

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Berita ini 1 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru