Terkait Dengan Adanya Catatan 100 Hari Kerja PJ Bupati Bekasi

Terkait Dengan Adanya Catatan 100 Hari Kerja PJ Bupati Bekasi

Bekasi, Lintaskarawang.com- Dalam satu periode kepala daerah kabupaten bekasi telah bergonta ganti kepemimpinan dengan berbagai macam sebab sampai dengan saat ini dipimpin oleh Dhani Ramdhan sebagai PJ BUPATI BEKASI namun masih saja dalam keadaan yang sama seolah olah semua para pemimpin daerah selama menjabat di kabupaten bekasi hanya sekedar bekerja secara simbolis saja dari akar permasalahan di kabupaten bekasi.

dikutip dari sumber salah satu media yang mencatat tentang 100 Hari Kerja PJ BUPATI BEKASI seakan akan semua permasalahan di kabupaten bekasi tuntas dan teratasi, namun pada kenyataannya jika kita dalami dan perhatikan dengan seksama itu semuanya menjadi judulnya saja namun secrara teknis yang terjadi masih saja tetap sama.

DPP GMI angkat bicara terkait dengan adanya Catatan 100 Hari Kerja PJ Bupati Bekasi yang dimana terkumpul informasi informasi yang telah dilakukan oleh PJ BUPATI BEKASI dari semua sisi Bidang. Namun dalam hal ini ada yang sangat menonjol tentang keadaan yang di anggap sama saja bahkan itu semua hanya menjadikan sebuah permainan bagi para pemilik pemilik kepentingan yang ada.

Pada awal masa menjabat sebagai PJ BUPATI BEKASI, beliau berkomitment dengan 60 Perusahaan yang di buktikan dengan adanya MoU untuk menyerap tenaga kerja lokal Ber-KTP Kabupaten Bekasi. Dan tercatat bahwa ada 14.000 tenaga kerja yang terserap namun kenapa hanya 3.351 yang ber KTP bekasi ?.

Sekretatis Umum DPP GMI Wisnu Saputra, A. Md menyampaikan bahwa adanya tanda tanya besar dan apakah ada unsur permainan dalam teknis penerimaan tenaga kerja yang dimana komitment awal nya sudah jelas untuk Warga Ber KTP Bekasi.

“dalam capaian 100 hari kerja PJ BUPATI BEKASI bahwa ada catatan dalam bidang ketenagakerjaan yang membuat kita semua bertanya tanya, sudah sangat jelas bahwa di catat oleh salah satu media adanya 14.000 Tenaga Kerja yang terserah melalui hasil MoU tersebut namun kenapa hanya 3.351 tenaga kerja yang ber KTP bekasi ? Lalu 10ribu lebih nya ber KTP mana ?” Jelas Sekum DPP GMI sekaligus Aktifis Muda.

Tambah Wisnu Saputra, A. Md, “apakah dalam teknis penyerapan tenaga kerja yang seharusnya di prioritaskan khusus untuk Warga Ber KTP Bekasi ini masih saja di permainkan oleh oknum oknum yang dapat membuat atau mengeluarkan SURAT DOMISILI ?”.

keadaan yang sering terjadi dan masih saja terjadi sampai saat ini memang jelas banyaknya tenaga kerja luar daerah yang memanfaatkan peluang kerja di kabupaten bekasi hanya menggunakan SURAT DOMISILI yang di buat oleh oknum oknum yang memanfaatkan situasi tersebut. Dan di yakini bahwa dalam hal ini pun sama terjadi bahwa 14.000 tenaga kerja yang terserah namun hanya 3.351 yang ber KTP bekasi lalu sisanya sudah bisa di pastikan hanya memiliki SURAT DOMISILI.

“PJ Bupati Bekasi melalui dinas ketenagakerjaan seharusnya bisa lebih tegas dalam hal ini yang dimana banyaknya calon tenaga kerja yang menggunakan DOMISILI saja. Awasi semua pemerintah desa secara benar dan ketat. Karena dalam hal ini banyaknya warga ber KTP BEKASI yang dirugikan karena hak peluangnya di ambil oleh oknum yang membuat DOMISILI hanya untuk kepentingan pribadi.” Tegas Wisnu Saputra, A. Md.

Tutup Wisnu Saputra, A. Md, “dalam hal ini semua masyarakat harus bisa melihat dan berfikir, bahwa sebetulnya hasil dari MoU pemerintah daerah dengan Perusahaan yang ada di kabupaten bekasi itu adalah untuk Warga Ber KTP Bekasi bukan warga yang hanya memiliki DOMISILI Bekasi saja. Dan jika semua keadaan tetap akan seperti ini, dan Kepala Daerah beserta SKPD nya tak mampu mengatasi dan menyelesaikan oknum oknun tersebut, maka kami akan melakukan gelaran aksi demi hak warga bekasi yang telah di manfaatkan oleh oknum oknum yang tak bertanggung jawab”.

(Opik)

error

Selamat Datang di Lintaskarawang.com ? Mohon di Share

RSS500
Follow by Email350
Facebook970
YouTube740
Instagram800
WhatsApp950
error: Dilarang mengcopy Paste !!!