Kerugian Pengusaha Akan Diganti Dengan Dana Hibah

Kerugian Pengusaha Akan Diganti Dengan Dana Hibah

Karawang, Lintas_Karawang.Com, Dedi Iskandar, blak-blakan tentang pengadaan pigura Bupati dan wakil Bupati Karawang, yang akhir-akhir ini ramai di perbincangkan di seluruh pelosok Karawang.

Menurut Dedi, hampir semua pernyataan Ade Solihat, yang beredar di media masa itu banyak bohong dan samasekali tidak sesuai dengan kenyataan.

“Saya rasa itu terlalu menyudutkan saya, dan sebenarnya kejadiannya tidak seperti itu, dan itu semua merupakan tuduhan yang sangat keji,” tutur Dedi, saat di temui Lintas_Karawang.Com, di kediamannya, yang bertempat di Dusun Lubangsari, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Karawang. Rabu (2/3/2022).

Pernyataan yang di lontarkan oleh Ade Solihat, melakukan pertemuan di ruang Asda dengan dirinya, di sangkal oleh Dedi sendiri, bahkan Dedi mengakui, bertemu dengan Ade Solihat tersebut di sekitar wilayah Pemda dua kurun waktu satu tahun yang lalu.

“Pada waktu itu saya menawarkan kerjasama dagang pigura dengan dia ke sekolahan yang berada di Karawang, namun sebelum itu saya akan minta ijin dulu ke pihak Disdikpora, dan kalau ini di berikan maka kita usaha bersama, dan akhirnya dia menyetujuinya,” ucap Dedi.

Karena sudah merasa mempunyai pemodal, lantas Dedi mengakui datang ke Disdikpora dan membawa surat pengajuan ke Kabid SD yang berada di Disdikpora, sebelum ketemu ke Kabid SD, saya bertemu dengan Ade Wibawa yang merupakan Kasubag Kepegawaian di lingkungan Disdikpora Karawang.

“Lantas saya di tanya oleh Pak Ade, dan saya menjawab mau mengajukan penjualan pigura ke berbagai SD, setelah saya jelaskan maka pa Ade meresponnya, dan mengambil surat pengajuan tersebut, kata dia biarkan dia yang mengurusnya, bahkan saya kasih amplop ke pa adenya sebesar 500 ribu rupiah karena dia minta,” papar Dedi.

Setelah beberapa lama akhirnya Kepala Dinas Disdikpora memberikan surat kepada Dedi, dan memperbolehkan berjualan pigura dengan ada 6 ketentuan, salahsatunya tidak boleh memaksakan untuk sekolah membeli pigura terhadap dirinya.

“Dan surat itu saya ambil kemudian saya Poto dan di kembalikan lagi kepada pa Ade Wibawa, setelah itu bertemulah dengan Ade Solihat dan menyetujui kita berjualan pigura ke beberapa SD di 11 kecamatan yang berada di Karawang,” imbuhnya.

Bahkan menurut Dedi, yang menentukan harga pigura tersebut di jual ke sekolahan adalah pak Ade Wibawa, bukan dirinya dan harganya itu hanya 250 ribu rupiah, bukan 300 ribu rupiah.

“Selanjutnya pak Ade memberikan surat keputusan kepada korwil agar membayar pigura dengan menggunakan Bos tahap 2, dan semua bukti suratnya ada pada saya,” ucapnya.

Selain memberikan surat keputusan di bayar dengan menggunakan dana bos tahap 2, Ade Wibawa juga memberikan surat agar membayar dana pigura tersebut ke pada tim CLBK, namun Dedi menolaknya.

“Saya menolak untuk menerima pembayaran, saya ucapkan tugas saya cuma mendistribusikan pigura bukan menerima pembayaran, lantas pembayaran tersebut di kumpulkan oleh pak Ade kemudian di bayarkan oleh pak Ade ke kuasa hukum pengusaha tersebut, yang konon katanya namanya pak Tajudin, dan ternyata benar pak Tajudin juga mengakuinya, saya punya bukti rekaman Tajudin mengakui ketika saya bel beberapa waktu lalu, namun nampaknya Tajudin tidak memberikan uang pembayaran itu ke Ade Solihat,” ucapnya.

Lebih lanjut lagi Dedi, mengakui bahwa di kontak oleh Kadisdikpora sore tadi, dan katanya mau duduk bersama agar masalah ini selesai dan tidak ramai di perbincangkan.

“Kemudian dalam telponya tersebut pa Kadisdikpora menjanjikan kita selesaikan masalah ini dan mengganti kerugian tersebut dengan dana Hibah yang berada di Disdikpora, saya juga tidak tahu dana hibah apa yang berada di Disdikpora, nanti saja saya jelaskan ketika sudah bertemu dengan beliau,” pungkas Dedi. (red).

error

Selamat Datang di Lintaskarawang.com ? Mohon di Share

RSS500
Follow by Email350
Facebook970
YouTube740
Instagram800
WhatsApp950
error: Dilarang mengcopy Paste !!!