Dittipideksus Berhasil Menyita Tanah dan Bangunan SPBU 34.413.38

Dittipideksus Berhasil Menyita Tanah dan Bangunan SPBU 34.413.38

Dittipideksus saat memasang spanduk penyitaan Tanah dan Bangunan SPBU 34.413.38
Dittipideksus saat memasang spanduk penyitaan Tanah dan Bangunan SPBU 34.413.38

Karawang, Lintaskarawang.com- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri, Rabu (14/9/2022), berhasil menyita Tanah dan bangunan SPBU 34.413.38 yang berlokasi di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Penyitaan dilakukan lantaran objek tersebut diduga milik mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dan istrinya yang terjerat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pantauan, tim dari Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri yang datang ke lokasi memasang spanduk penyitaan yang bertuliskan tanah dan bangunan ini disita oleh Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri sesuai penetapan Pengadilan Negeri Karawang Nomor 267/Pen.Pid/2022/PNKwg Tanggal 06 September 2022.

Pemasangan spanduk sita itu dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB. Tampak juga beberapa warga yang menyaksikan proses pemasangan spanduk sita tersebut.

Belum ada keterangan resmi terkait penyegelan ini. Seusai melakukan pemasangan spanduk sita itu, petugas kemudian mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang.

Berdasarkan informasi yang himpun, SPBU tersebut merupakan milik mantan Ketua DPRD Jawa Barat berinisial IS dan istrinya EK yang kini menjadi tersangka atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas laporan SG setelah menerima uang sebesar Rp57 miliar untuk pembelian rumah, tanah, dan SPBU.

Seorang warga sekitar, Asih (43) yang berjualan warung di depan SPBU Walahar mengaku kaget dengan tiba-tiba banyak orang dan polisi di sekitaran tempatnya berjualan.

“Saya tak tahu ada apa. Mereka lihat memasang spanduk, kurang tau penyebabnya. Setahu saya SPBU Walahar pernah tutup dan beberapa tahun sekarang beroperasi seperti biasa, namun saya tidak tau pemilik pom bensinnya,” katanya.

Sementara di wawancara terpisah, Ketua BPD Desa Walahar Sihabudin mengaku tidak mengetahui adanya penyitaan aset di wilayahnya tersebut.

“Saya juga baru dengar tadi, saya tanya ke Pemerintah Desa katanya memang tidak ada tembusan,” ujarnya.

Dikatakan Sihabudin, keberadaan SPBU Walahar tersebut memang sudah lama di wilayahnya.

Namun sempat tidak aktif dengan waktu yang lama sekali.

Lalu sekitar tahun 2016- 2017-an, SPBU tersebut mulai aktif lagi.

(Opik)

error

Selamat Datang di Lintaskarawang.com ? Mohon di Share

RSS500
Follow by Email350
Facebook970
YouTube740
Instagram800
WhatsApp950
error: Dilarang mengcopy Paste !!!