Disampaikan Wabup Garut  Supaya Secepatnya Pendataan Yang Terdampak Dan Ada Beberapa Rumah Yang Harus Direlokasi

Disampaikan Wabup Garut Supaya Secepatnya Pendataan Yang Terdampak Dan Ada Beberapa Rumah Yang Harus Direlokasi

Saat Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman melakukan monitoring penanganan pasca banjir di Kampung Muara Sanding
Saat Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman melakukan monitoring penanganan pasca banjir di Kampung Muara Sanding

Garut, Lintaskarawang.com – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman melakukan monitoring penanganan pasca banjir di Kampung Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Kunjungannya kali ini dalam rangka evaluasi penanganan banjir, salah satunya yaitu terkait sudah sampai manakah penanganan pasca banjir yang telah dilakukan. Rabu 20 Juli 2022

“Ternyata memang masih ada masih banyak yang bolong-bolong yang harus kita selesaikan ya, salah satunya adalah tadi ternyata material-material yang masih menumpuk ya,” ucapnya.

Helmi memperkirakan pelaksanaan pembersihan materil dan penyemprotan terhadap rumah-rumah terdampak banjir akan diselesaikan pada esok hari Kamis.

“Jadi besok (Kamis) saya kira agendanya masih kita pengangkatan material banjir, dan penyemprotan pembersihan untuk besok,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait dana kerohiman yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak banjir, dr. Helmi menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. Ia menegaskan, pihaknya telah meminta kepada aparat setempat untuk mempercepat pendataan maksimal 7 hari kedepan telah selesai.

Selain itu, dr. Helmi berterimakasih kepada warga yang secara mandiri telah membuat jembatan darurat. Ia menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti terkait pembangunan yang diperlukan setelah pasca bencana.

“Saya kira di situ juga tadi saluran (irigasi) sudah mulai roboh ya, saluran-saluran irigasi itu, ini juga harus dilakukan perbaikan-perbaikan, kalau tidak akan ada longsor di sekitar itu,” ucapnya.

Terakhir, ia memaparkan bahwa setelah tinjauannya di lapangan, terdapat beberapa rumah yang harus direlokasi, karena tidak mungkin dilakukan pembangunan Bronjong karena akan mempersempit aliran air.

“Iya (yang harus direlokasi) daerah Dayeuhandap ya, kemudian daerah tadi Paminggir juga (daerah) Balaikambang, di situ saya lihat harus direlokasi, karena nggak bisa lagi ya, nggak bisa misalkan di sana kita lakukan perbaikan saluran sungai karena sudah menyempit sungainya,” tandasnya.**(Tono/Tata).

error

Selamat Datang di Lintaskarawang.com ? Mohon di Share

RSS500
Follow by Email350
Facebook970
YouTube740
Instagram800
WhatsApp950
error: Dilarang mengcopy Paste !!!