Beginilah PKS Menilai Raffi Ahmad Layak Jadi Capres

Beginilah PKS Menilai Raffi Ahmad Layak Jadi Capres

PKS mau memanfaatkan kepopuleran artis besar untuk mengangkat PKS. (Lintaskarawang.com)
PKS mau memanfaatkan kepopuleran artis besar untuk mengangkat PKS. (Sumber gambar CNN Indonesia)

Jakarta, Lintaskarawang.com – Beberapa partai politik mulai memanaskan mesinnya menjelang pilpres 2024. Ada yang mulai melirik dan mempersiapkan calon presiden. Kalau yang saya lihat, Nasdem condong ke Anies. Gerindra hampir pasti tidak akan melirik capres lain selain Prabowo. PDIP masih belum jelas. Golkar juga condong ke Airlangga. Demokrat sudah jelas akan mendorong AHY.

Bagaimana dengan PKS? Partai yang begini-begini saja tapi mau ikutan bicara soal capres.

Ketua Badan Pembinaan Kepemimpinan Daerah DPP PKS Zulkieflimansyah menilai Raffi Ahmad, pantas dicalonkan oleh partainya dalam Pilpres 2024. Pasalnya, Raffi merupakan sosok muda potensial.

“Ternyata dari ngomong-ngomong informal dengan Kepala-kepala Daerah PKS ini kalau ditanya siapa yg pantas dicalonkan PKS di Pilpres 2024 yang muncul bukanlah Anies Baswedan, Ganjar dan Prabowo tapi sosok muda seperti Raffi Ahmad,” kata dia

Nama Raffi muncul ketika Zul berbicara secara informal dengan para kepala daerah dari PKS. Mereka sengaja di undang untuk membahas Pilpres 2024 jelang peringatan Milad PKS ke-20.

“Negeri ini butuh cara berpikir baru. Karena tantangan ke depan benar-benar baru dan menantang,” kata dia.

Memang Raffi Ahmad populer dan mungkin tidak ada yang tidak kenal dirinya. Dia juga dulu sering dilirik parpol maupun kandidat lain untuk terjun di dunia politik.

Pada Pilwalkot Tangerang Selatan 2020 lalu, salah satu kontestan Siti Nur Azizah sempat mengajak Raffi Ahmad agar mau berduet dengannya di Pilwalkot Tangsel 2020.

Pada awal 2021 lalu, PKB juga pernah mempertimbangkan Raffi Ahmad dan Agnes Monica untuk maju di Pilgub DKI Jakarta.

Saya kalau sudah bahas atau berpikir tentang PKS, pasti mumet sekaligus tertawa. Saya tak bisa bayangkan, gimana hancurnya negara ini kalau semua parpol di Indonesia sama seperti PKS dalam pemikiran, pola pikir maupun cara pandang. Di otak mereka hanya jualan agama melulu. Apa yang mayoritas setuju, bagi PKS adalah sebuah kesalahan. Tidak jarang, PKS bertahan sendiri dengan pendirian konyolnya.

Punya pendirian sih bagus, asalkan masuk akal dan tidak menyesatkan. PKS ini seperti berjalan sendiri ke arah barat meskipun yang lain ke ke arah timur, tapi teriak bahwa mereka ingin melihat matahari terbit. Sudahlah konyol, tidak mendidik, malah mau membodohi orang lain lagi.

Kembali ke topik. Apa gunanya mencalonkan selebritis? Kalau sekadar caleg, masih mending. Tapi kalau capres, PKS ini seolah anggap negara ini seperti bisa dijadikan ajang coba-coba. Selebritis rata-rata tak punya pengalaman politik sama sekali. Kebanyakan cuma modal tampang dan populer. Masyarakat kita pun kadang pola pikirnya aneh, memberi panggung pada mereka.

Apa yang dilakukan PKS ini berarti dua hal. Yang pertama adalah PKS tidak punya kader yang berkualitas, atau tidak pede calonkan capres dan dalam internal. Sampai di sini saja, PKS tidak sadar-sadar. Berkiprah selama ini, tapi tidak pernah ada kader hebat. Kerjanya apa selama ini? Jualan agama, ya begitulah. Jualan mimpi surga. Otaknya selalu semangat kalau bahas yang itu.

Lihat saja pemimpin daerah yang dari PKS. Apakah daerah tersebut maju, atau justru banyak kebijakan yang bikin kepala pusing?

Yang kedua, PKS mau memanfaatkan kepopuleran artis besar untuk mengangkat PKS. PKS selama ini cuma begitu-begitu saja. PKS butuh suara besar, makanya mau menggaet artis besar. Secara logika internal ini tak salah. Tapi secara politik, ini logika sampah. PKS demi partainya sendiri, menyodorkan sosok yang tidak cocok. Raffi itu artis. Kalau disuruh bisnis atau entertain, dia memang hebat.

Tapi beda kalau disuruh langsung terjun jadi capres. Ibarat seperti AHY, latar belakang militer langsung terjun ke politik. Untung saja kalah. Kalau menang?

Ibarat saya jago desain, lalu lamar kerja di bidang pemrograman aplikasi ponsel. Kalau saya diterima, bukankah bakal kacau? Kerjaan makin lama selesai, kinerja tim terganggu, proyek jadi berantakan gara-gara saya. Ini baru tingkat perusahaan. Bagaimana dengan negara?

PKS kalo mau konyol, sekalian aja naturalisasi Justin Bieber atau Cristiano Ronaldo untuk dijadikan pasangan Capres dan Cawapres. Atau bisa juga gaet kerajaan Sunda Empire agar memerintahkan seluruh dunia tunduk dan dukung keinginan PKS. Pakai ancaman azab dan neraka biar lebih joss dukungannya. (Lan)

error

Selamat Datang di Lintaskarawang.com ? Mohon di Share

RSS500
Follow by Email350
Facebook970
YouTube740
Instagram800
WhatsApp950
error: Dilarang mengcopy Paste !!!