Emak-Emak Geruduk Sanggar Jaipong di Karawang: Ada Apa?

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 07:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber : pengambilan  Photo dari sosial media

Sumber : pengambilan Photo dari sosial media

Karawang, Lintaskarawang.com – Belasan emak-emak dari kampung Leuweung Kaung, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, menggeruduk sebuah sanggar Jaipong pada Minggu (26/1/2025) malam.

Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga setempat dan jagat sosial media atas beredarnya video yang diunggah di media sosial yang menimbulkan pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi protes emak – emak ini diduga dipicu oleh faktor masalah Moralitas dan Budaya yang sebagian warga menilai bahwa pertunjukan Jaipong di sanggar tersebut terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang mereka anut, masyarakat khawatir bahwa tarian ini bisa berdampak buruk pada generasi muda di desa mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya masalah moralitas dan budaya masyarakat sekitar mencurigai diduga adanya penyalahgunaan izin tempat sanggar jaipong tersebut untuk aktivitas negatif lainya yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan

Baca Juga:  WARGA GEMBOK KANTOR PEMASARAN! Tuntut Developer Serahkan PSU Tahap 2

Atas peristiwa tersebut Yusup Tonjiri selaku Sekretaris Desa setempat, membenarkan soal keluhan warganya yang mengadu aktivitas sanggar jaipong kepada aparatur desa “Sebelumnya memang banyak warga yang mengeluhkan aktivitas sanggar yang memang lokasinya itu dekat dengan pemukiman warga kami, tetapi itu berada di luar desa,” tuturnya.

Dengan kejadian tersebut pemerintah desa setempat sudah melayangkan penolakan adanya aktivitas sanggar jaipong yang dinilai sangat mengganggu dan pemerintah kecamatan telukjambe barat juga sudah memberikan ultimatum kepada pemilik sanggar jaipong tersebut agar segera di tutup untuk menjaga kondusifitas(***)

Berita Terkait

SETAHUN BERLALU, MASALAH DI SAMPALAN KEMBALI MENCuat: Septic Tank di Bahu Jalan Jadi Sorotan Proyek Pelebaran
JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
Berita ini 20 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru